BONE– Riuh sorak itu belum juga reda meski peluit panjang telah lama berbunyi. Di tengah langkah pulang ribuan penonton dari tribun Stadion Lapatau Matanna Tikka, satu nama justru semakin sering disebut: BBC Kahu.
Bukan karena mereka menjadi juara. Bukan pula karena melaju jauh di turnamen. Kecamatan Kahu bahkan harus angkat koper lebih cepat usai takluk telak 0-4 dari Kecamatan Tonra pada babak 16 besar Bone Beramal Cup 2026.
Namun di balik kekalahan itu, BBC Kahu meninggalkan jejak berbeda. Mereka hadir membawa euforia, menghadirkan cerita, dan menghidupkan atmosfer turnamen hingga akhirnya dinobatkan sebagai The Best Supporter pada penutupan Bone Beramal Cup yang resmi berakhir, Minggu, 17 Mei 2026.
Laga Kahu kontra Tonra yang berlangsung Selasa (12/05/2026) sore menjadi salah satu pertandingan paling menyedot perhatian sepanjang turnamen antar 27 kecamatan se-Kabupaten Bone tersebut.
Sejak sebelum kick off dimulai, kawasan Stadion Lapatau Matanna Tikka di Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, sudah dipenuhi masyarakat. Tribun timur dan barat penuh sesak. Sebagian penonton bahkan harus berdiri di luar pagar lapangan karena kehabisan tempat.
Kecamatan Kahu datang dengan gebrakan besar: mendatangkan tiga pemain asing asal Afrika untuk memperkuat tim. Mereka adalah Sackie Teah Doe, gelandang asal Liberia, Henry Gowene Baysah, bek asal Liberia, serta Silas Abednego Uzondu, penyerang asal Nigeria. Kehadiran mereka menjadi bukti keseriusan tim asal Bone Selatan tersebut dalam menatap Bone Beramal Cup 2026.
Tiga pemain itu didatangkan langsung oleh H. Muslimin, anggota DPRD Kabupaten Bone sekaligus Ketua Fraksi Partai NasDem wilayah Bone Selatan.
Di sisi lain, Tonra juga tak kalah menyita perhatian. Tim ini diperkuat Erwin Gutawa, putra daerah asal Bone Tonra yang dikenal memiliki karakter bermain bertahan agresif dan lugas.
Kehadirannya langsung menjadi pusat perhatian sejak memasuki lapangan. Sebagian penggemar bahkan menjulukinya sebagai “Sergio Ramos Indonesia”.
Pertandingan akhirnya berjalan tidak sesuai harapan pendukung Kahu. Tonra tampil dominan sejak awal hingga menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 4-0 sekaligus memastikan langkah ke babak berikutnya.
Namun kekalahan itu tidak menghapus antusiasme. Justru dari tribun, BBC Kahu memperlihatkan identitasnya. Dukungan yang konsisten, semangat yang tak surut meski tim tertinggal, serta mobilisasi suporter yang masif membuat mereka menjadi salah satu warna paling mencolok sepanjang turnamen.
Di luar lapangan, pertandingan tersebut juga membawa dampak ekonomi yang terasa. Dengan harga tiket masuk Rp10 ribu dan kapasitas Stadion Lapatau yang mencapai sekitar 15 ribu penonton, laga Kahu kontra Tonra menjadi momentum perputaran ekonomi bagi pedagang kaki lima di area stadion.
Lapak makanan, minuman hingga penjual atribut pertandingan dipadati pembeli. Bone Beramal Cup bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi ruang pertemuan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Turnamen Bone Beramal Cup 2026 sendiri berlangsung mulai 4 hingga 18 Mei dengan sistem gugur dan diikuti 27 kecamatan se-Kabupaten Bone.
Saat turnamen resmi ditutup pada Minggu, 17 Mei 2026, trofi juara mungkin hanya menjadi milik satu tim. Namun penghargaan The Best Supporter untuk BBC Kahu menjadi pengingat bahwa sepak bola tak selalu soal kemenangan di papan skor. Kadang, kemenangan justru lahir dari cara sebuah tim dan suporternya menghadirkan harapan, kebanggaan, dan cerita yang tinggal lebih lama daripada hasil pertandingan. (*)


Tinggalkan Balasan