BONE–Gemuruh tepuk tangan membahana saat gerakan gemulai para penari dari SMK Negeri 1 Bone memukau panggung utama Festival Disdik Jilid II. Dibawah kepemimpinan H. Syamsuddin, S.Pd., M.Pd., sekolah ini berhasil meraih Juara I Lomba Tari Kreasi jenjang SMA/SMK/MA se-Kabupaten Bone, menyingkirkan puluhan peserta lainnya dari berbagai sekolah.
Prestasi tersebut tak lepas dari semangat kolaborasi dan latihan keras para siswa, serta dukungan penuh pihak sekolah dalam mengasah talenta seni mereka. Kemenangan ini sekaligus menegaskan posisi SMKN 1 Bone sebagai sekolah yang tak hanya unggul di bidang vokasi, tapi juga seni dan budaya.
Di belakang SMKN 1 Bone, Juara II diraih SMA Negeri 15 Bone Kecamatan Ulaweng di bawah kepemimpinan Muhammad Tang, S.Pd., M.Pd., dan Juara III jatuh kepada SMAN 24 Bone Kecamatan Dua Boccoe. Sementara itu, Juara Harapan I direbut oleh SMAN 10 Bone Kecamatan Tonra, Harapan II oleh SMAN 3 Bone, dan Harapan III oleh SMAN 11 Bone Kecamatan Libureng.
Ajang ini merupakan bagian dari Festival Disdik Jilid II yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2025. Kegiatan diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bone bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone dan Kementerian Agama Kabupaten Bone.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Drs. A. Fajaruddin, MM, menegaskan bahwa Festival Disdik ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wujud nyata kebersamaan dan integrasi antar-lembaga pendidikan di Kabupaten Bone.
“Ada tiga institusi yang terlibat: Dinas Pendidikan untuk jenjang TK hingga SMP, Cabang Dinas Wilayah III Bone untuk jenjang SMA dan SMK, serta Kementerian Agama untuk pendidikan madrasah dari RA hingga MA. Di sini kita bersatu padu memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan talentanya,” ujar Fajaruddin.
Festival Disdik menjadi panggung harapan dan ekspresi diri, tempat siswa menampilkan yang terbaik dari potensi mereka. Tari Kreasi hanyalah satu dari sekian banyak cabang yang menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal angka di rapor, tapi juga soal jiwa, rasa, dan budaya.
Dengan keberhasilan ini, SMKN 1 Bone dan para juara lainnya telah memberi inspirasi tentang bagaimana seni dan pendidikan bisa berjalan beriringan, menciptakan harmoni yang memperkuat identitas generasi muda Bone. (*)



Tinggalkan Balasan