JAKARTA – Usia senja bukanlah akhir dari kesempatan untuk terus berkarya, berdaya, dan menikmati kehidupan yang bermakna. Semangat inilah yang menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Bone dalam memberikan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat lanjut usia (lansia).
Komitmen tersebut kini berbuah prestasi membanggakan. Kabupaten Bone kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Terbaik I Klaster 3 Lanjut Usia Berdaya (Sidaya) Award 2026 untuk wilayah Sulawesi dan Indonesia Timur.
Penghargaan ini bukan sekadar piala dan sertifikat, melainkan pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pendampingan dan pemberdayaan kelompok lanjut usia agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik.
Penghargaan diterima langsung Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Bone, Andi Aswat, S.Sos., M.Si., pada kegiatan Genting Collaboration Summit 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Piala dan sertifikat penghargaan diserahkan langsung Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. Prestasi ini terasa istimewa karena dalam ajang Sidaya Award 2026 hanya tiga kabupaten di Indonesia yang berhasil meraih penghargaan, yakni Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Di antara para penerima tersebut, Bone berhasil menduduki posisi Terbaik I Klaster 3 yang mencakup wilayah Sulawesi dan Indonesia Timur. Bukan Sekadar Penghargaan, tetapi Tanggung Jawab
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Baginya, penghargaan ini merupakan motivasi sekaligus pengingat bahwa perhatian terhadap masyarakat lanjut usia harus terus ditingkatkan. “Alhamdulillah, hari ini mewakili Bupati Bone bersama Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bone menerima piala dan sertifikat penghargaan Sidaya. Bone meraih juara satu Klaster 3 wilayah Sulawesi dan Indonesia Timur,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni penerimaan penghargaan. Lebih dari itu, capaian ini harus menjadi dorongan untuk menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para lansia. “Saya kira ini menjadi motivasi kita di Bone bagaimana lansia kita mendapatkan pendampingan dan pemberdayaan sehingga bahagia dalam kehidupannya,” tuturnya.
Pesan tersebut mengandung makna bahwa kesejahteraan lansia tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan dasar, tetapi juga dari perhatian, pendampingan, kesempatan untuk tetap aktif, serta kebahagiaan dalam menjalani kehidupan. Sebab, para lansia merupakan bagian penting dari keluarga dan masyarakat. Pengalaman, pengetahuan, serta perjalanan hidup mereka menjadi nilai berharga yang patut dihormati dan diberdayakan.
Penghargaan Sidaya Award 2026 diserahkan dalam rangkaian Genting Collaboration Summit 2026, sebuah forum nasional yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.
Mengusung tema “Satu Gerakan, Sejuta Harapan, Wujudkan Generasi Bebas Stunting”, kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media yang tergabung dalam kolaborasi pentahelix.
Seluruh unsur tersebut memiliki peran penting dalam mendukung program prioritas GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Deputi Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati, S.IP., MPH., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban sekaligus momentum memperkuat komitmen bersama dalam menekan angka stunting di Indonesia.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia unggul merupakan salah satu agenda penting nasional. Karena itu, percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan dan kontribusi nyata dari berbagai pihak.
Pada kesempatan tersebut, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan yang telah menunjukkan kepedulian dan kontribusi dalam mendukung berbagai program pembangunan keluarga. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan.
Ia mengingatkan bahwa tidak semua masyarakat memiliki kesempatan dan kondisi kehidupan yang sama. Oleh karena itu, empati dan kepedulian menjadi landasan penting dalam membantu keluarga yang membutuhkan perhatian. “Terima kasih kepada para penerima penghargaan. Bapak dan Ibu memiliki empati kepada orang-orang yang dikategorikan belum beruntung. Program GENTING lahir untuk membantu mereka,” ujarnya.
Menurut Wihaji, keterlibatan para penerima penghargaan dalam program tersebut mencerminkan kepedulian nyata. Mereka hadir membantu masyarakat, termasuk keluarga yang sebelumnya tidak memiliki hubungan atau bahkan tidak saling mengenal.
Di balik keberhasilan Kabupaten Bone meraih penghargaan nasional tersebut, terdapat kerja bersama dan dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat program pembangunan keluarga.
Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Bone, Andi Aswat, S.Sos., M.Si., mengungkapkan rasa syukur dan menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari petunjuk serta arahan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M.
Menurutnya, dukungan dan arahan pimpinan menjadi salah satu faktor penting yang mendorong jajaran perangkat daerah untuk bekerja maksimal sehingga Kabupaten Bone mampu meraih penghargaan tersebut. Ia berharap prestasi ini menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.
Bagi Kabupaten Bone, penghargaan Sidaya Award 2026 menjadi lebih dari sekadar catatan prestasi di tingkat nasional. Penghargaan ini sekaligus membawa pesan bahwa pembangunan daerah harus mampu menjangkau seluruh kelompok usia, termasuk mereka yang telah memasuki masa senja.
Sebab, keberhasilan pembangunan bukan hanya tentang seberapa jauh daerah melangkah, tetapi juga tentang bagaimana setiap warganya, tanpa terkecuali, dapat menikmati kehidupan yang lebih sejahtera, bermartabat, dan bahagia. Dengan capaian ini, Kabupaten Bone diharapkan semakin memperkuat komitmen mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan berdaya di tengah keluarga maupun lingkungan masyarakat. (*)


Tinggalkan Balasan