BONE – Dedikasi dan semangat pantang menyerah mengantarkan Brigpol Dedi Risaldi, S.H., anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bone, menorehkan prestasi gemilang di dunia olahraga. Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai anggota Polri, Dedi sukses meraih medali emas cabang olahraga judo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII yang digelar di GOR Stadion Lapatau, Kabupaten Bone.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Dedi. Terlebih, medali emas itu diraihnya di tanah kelahirannya sendiri, di hadapan masyarakat dan pendukung yang turut memberikan semangat.

Baginya, kemenangan ini bukan sekadar pencapaian di atas matras pertandingan. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang, latihan, kedisiplinan, serta konsistensi dalam menekuni olahraga bela diri judo. “Rasanya luar biasa dan sangat bangga bisa menjadi juara di kampung sendiri. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya,” ungkap Dedi.

Perjalanan Dedi di dunia judo ternyata bukanlah cerita yang baru dimulai. Ketertarikannya terhadap olahraga bela diri ini sudah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah, tepatnya saat menempuh pendidikan di SMA Negeri 1. Awalnya, ia bergabung dengan olahraga judo untuk memperkuat fisik dan membangun ketahanan tubuh.

Namun, dari aktivitas yang semula bertujuan menjaga kebugaran tersebut, tumbuh kecintaan yang semakin besar terhadap judo. Ia kemudian menjadikan olahraga ini sebagai bagian dari perjalanan hidupnya. Seiring waktu, berbagai kejuaraan mulai diikutinya. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Dedi beberapa kali berhasil menorehkan prestasi dan membawa pulang medali dari sejumlah kompetisi.

Salah satu pencapaian sebelumnya adalah meraih medali perunggu pada ajang Porprov yang digelar di Kabupaten Sinjai. Tak hanya itu, ia juga pernah mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih juara ketiga dalam Kejuaraan Kapolri Cup di Jakarta.

Deretan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan Dedi tidak hanya teruji di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing dengan atlet-atlet dari berbagai wilayah di Indonesia. Di sisi lain, Dedi juga memiliki tanggung jawab besar sebagai anggota Polri. Pria kelahiran Kabupaten Bone ini mulai mengabdikan diri sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia sejak tahun 2015. Saat ini, ia bertugas di Satreskrim Polres Bone.

Menjalankan dua peran sekaligus, sebagai anggota kepolisian dan atlet judo, tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan kemampuan mengatur waktu, menjaga kondisi fisik, serta disiplin tinggi agar keduanya dapat berjalan beriringan.

Namun, bagi Dedi, tugas sebagai anggota Polri dan kecintaannya terhadap olahraga bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Justru keduanya saling melengkapi. Kedisiplinan, ketangguhan, fokus, dan semangat pantang menyerah yang dibutuhkan dalam tugas kepolisian juga menjadi modal penting saat menghadapi lawan di atas matras.

Keberhasilan meraih medali emas pada Porprov Sulsel XVIII pun menjadi pencapaian istimewa dalam perjalanan karier olahraganya. Apalagi, gelar juara tersebut diraih di Kabupaten Bone, daerah yang menjadi tempat kelahirannya sekaligus tempat ia mengukir kebanggaan.

Kisah Brigpol Dedi Risaldi menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada negara dapat berjalan seiring dengan prestasi di bidang olahraga. Ia membuktikan bahwa profesi bukanlah penghalang untuk terus mengembangkan potensi dan mengharumkan nama daerah.

Dari ruang kerja Satreskrim hingga podium tertinggi pertandingan judo, Dedi menghadirkan pesan sederhana namun bermakna: bahwa prestasi lahir dari kedisiplinan, kerja keras, dan kecintaan terhadap apa yang dijalani.

Medali emas Porprov Sulsel XVIII bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan motivasi untuk terus berprestasi dan membuktikan bahwa semangat juang seorang anggota Polri juga dapat bersinar di arena olahraga. (*)