BONE– Tangis masih pecah setiap kali nama balita berusia empat tahun itu disebut. Rumah sederhana di perempatan Jalan MT. Haryono–Pinra, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kamis (6/8/2026) malam, dipenuhi suasana haru. Luka yang ditinggalkan kepergian sang buah hati masih begitu segar. Tak ada yang mampu menghapus kesedihan seorang ibu yang harus merelakan putri tercintanya pergi untuk selamanya.
Di tengah suasana duka itulah, seusai Salat Magrib, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. datang menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban. Kehadirannya bukan sekadar sebagai kepala daerah, melainkan sebagai seorang ayah yang memahami betapa berat kehilangan seorang anak.
Bupati Bone didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Hj. Andi Tenriawaru, S.P., M.Si., Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Andi Irmayani, Camat Tanete Riattang Barat Amin Jaya, serta Camat Barebbo A. Yusuf.
Kedatangan rombongan disambut isak tangis keluarga yang masih larut dalam kesedihan. Sang ibu menceritakan detik-detik terakhir putrinya sebelum mengembuskan napas terakhir. Dengan suara bergetar, ia mengenang bagaimana putrinya sempat meminta dipanggilkan saudaranya, kemudian mengeluh ingin muntah, hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir di hadapan keluarga.
Peristiwa memilukan itu bermula dari kecelakaan lalu lintas di perempatan Jalan Ahmad Yani–Besse Kajuara pada Rabu (5/8/2026). Kecelakaan melibatkan mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan Ipda MA (49) dan sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai MS (19), yang saat itu membonceng dua penumpang. Dalam insiden tersebut, balita berusia empat tahun menjadi korban dan meninggal dunia.
Di hadapan keluarga, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku memahami betul kepedihan yang sedang dirasakan sang ibu karena pengalaman serupa pernah menghampiri kehidupannya.
Pada tahun 2010, saat masih menjabat sebagai Lurah Majang, ia juga kehilangan putri tercintanya yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak akibat kecelakaan lalu lintas. Kenangan itu kembali hadir ketika ia memeluk keluarga korban.
“Rasa sakit yang dirasakan ibu hari ini pernah saya rasakan. Saya pernah kehilangan anak karena kecelakaan. Tidak ada orang tua yang siap menerima kenyataan seperti ini,” ungkapnya dengan suara lirih.
Ia kemudian mengajak keluarga untuk tetap tabah dan mengikhlaskan kepergian sang buah hati.
“Insya Allah kita berdoa semoga keluarga diberikan kekuatan dan semangat kembali. Semoga putrinya mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kami meminta keluarga untuk bersabar dan ikhlas menerima ujian ini. Allah lebih menyayangi putrinya sehingga kita harus belajar mengikhlaskan,” tuturnya.
Bupati juga mengingatkan seluruh anggota keluarga agar terus mendampingi ibu korban sehingga tidak menghadapi masa-masa sulit itu seorang diri.
“Yang terpenting, seluruh keluarga harus tetap menjaga dan mendampingi ibu agar tetap kuat menerima cobaan ini,” pesannya.
Di balik ungkapan belasungkawa, Pemerintah Kabupaten Bone juga membawa komitmen untuk hadir membantu keluarga yang ditinggalkan. Setelah melihat langsung kondisi keluarga yang memiliki tanggungan cukup banyak, pemerintah daerah berencana memberikan perhatian melalui program bantuan sosial bagi keluarga kurang mampu.
“Kami melihat kondisi keluarganya yang memiliki tanggungan cukup banyak. Pemerintah Kabupaten Bone akan merencanakan memberikan bantuan melalui kategori keluarga kurang mampu agar dapat membantu meringankan beban mereka,” jelasnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bone juga memberikan bantuan biaya sebagai bentuk kepedulian untuk membantu keluarga menghadapi beban yang muncul akibat musibah tersebut.
Malam itu, tak ada kata-kata yang mampu menghapus luka. Namun, kehadiran seorang pemimpin yang datang membawa empati, mendengarkan cerita seorang ibu, dan menawarkan harapan, menjadi pengingat bahwa di tengah duka yang mendalam, keluarga korban tidak berjalan sendirian. Pemerintah hadir bukan hanya dengan program, tetapi juga dengan kepedulian dan sentuhan kemanusiaan. (*)


Tinggalkan Balasan