BONE – Pemerintah Kabupaten Bone dan Provinsi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menggelar rapat Chief de Mission Meeting (CDM) II Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sulawesi Selatan XVIII/2026 di Aula Lateya Riduni, Kabupaten Bone, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan H. Suherman, S.E., M.M., Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bone H. A. Akbar, S.Pd., M.Pd., Ketua KONI Bone Drs. Asiswa Karim, jajaran pengurus KONI Sulsel dan KONI kabupaten/kota, perwakilan kontingen, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memantapkan persiapan Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo yang dipercaya menjadi tuan rumah bersama PORPROV Sulsel XVIII/2026. Mengusung jargon “Bone MABERRE, Sambut Sang Juara!”, rapat CDM II membahas kesiapan sarana dan prasarana, teknis pertandingan, serta koordinasi antardaerah demi mendukung kelancaran penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Sulawesi Selatan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan, H. Suherman, menegaskan bahwa PORPROV tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antaratlet kabupaten/kota, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaring atlet potensial yang dapat mewakili Sulawesi Selatan pada tingkat nasional.

Menurutnya, penyelenggaraan PORPROV harus dimanfaatkan untuk mengidentifikasi dan membina atlet berprestasi yang berpeluang memperkuat kontingen Sulawesi Selatan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). “Tujuan PORPROV kita ini adalah menciptakan atlet berprestasi yang nantinya akan mewakili Provinsi Sulawesi Selatan di ajang yang lebih tinggi, yaitu Pekan Olahraga Nasional,” ujarnya.

Suherman berharap seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja sama dalam menyukseskan penyelenggaraan PORPROV XVIII/2026, sekaligus menjadikan kompetisi tersebut sebagai bagian dari proses pembinaan olahraga daerah secara berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KONI Provinsi Sulawesi Selatan, KONI Kabupaten Bone, serta Pemerintah Kabupaten Wajo atas keterlibatan dan dukungan dalam persiapan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Terkait kesiapan fasilitas pertandingan, Suherman mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berupaya mendukung perbaikan venue yang akan digunakan di Kabupaten Bone maupun Kabupaten Wajo. Namun, ia mengakui bahwa pemenuhan seluruh kebutuhan penyelenggaraan membutuhkan koordinasi dan kerja sama berbagai pihak.

“Pemerintah sudah berupaya memperbaiki hal-hal yang akan kita gunakan dalam pelaksanaan PORPROV. Namun, tentu tidak semua bisa diwujudkan sesuai dengan keinginan kita. Karena itu, mari kita bersama-sama melihat kekurangan yang ada dan mencari solusi untuk menyukseskan PORPROV di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo,” katanya.

Selain kesiapan venue, Suherman turut menyoroti pentingnya pematangan konsep acara pembukaan. Menurutnya, pembahasan mengenai penampilan dan rangkaian seremoni pembukaan perlu dilakukan bersama KONI Provinsi Sulawesi Selatan, KONI Kabupaten Bone, serta dinas terkait agar pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan penyelenggara.

Ia juga menegaskan bahwa Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan akan turut memantau jalannya penyelenggaraan pertandingan serta berkoordinasi dengan KONI untuk memastikan setiap tahapan pelaksanaan berjalan sesuai rencana.

Rapat CDM II diawali dengan pemaparan kesiapan tuan rumah, kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama perwakilan kontingen kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyampaikan masukan, mengidentifikasi kebutuhan teknis, dan menyelaraskan persiapan antarpihak yang terlibat.

Melalui pertemuan ini, Kabupaten Bone menegaskan kesiapannya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh atlet, ofisial, dan kontingen yang akan datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Dengan koordinasi yang terus diperkuat antara pemerintah daerah, KONI, dinas olahraga, dan seluruh kontingen, penyelenggaraan PORPROV Sulsel XVIII/2026 di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo diharapkan berjalan lancar serta mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat nasional. (*)