BONE–Dusun Tanah Cellae, Desa Ulubalang, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, tampak lebih hidup pada Selasa pagi, 19 Agustus 2025. Jalanan sepanjang 60 kilometer dari Kota Watampone hingga pelosok Salomekko dilintasi rombongan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, yang datang khusus untuk melaunching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) — sebuah program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah pusat.

Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Kabupaten Bone. Sebab, inilah kali pertama program makan bergizi gratis diwujudkan secara nyata di daerah yang dikenal dengan tradisi kearifan lokalnya. “SPPG dibangun atas niat baik untuk berkontribusi dalam program makan bergizi gratis. Ini tugas negara, perintah langsung dari Presiden Prabowo, untuk meringankan beban masyarakat,” tegas Bupati Andi Asman dalam sambutannya.

Menurutnya, niat baik dari pemerintah pusat untuk memastikan masyarakat terpenuhi gizinya akan selalu membawa kebaikan. Kehadiran bupati di lokasi bukan hanya untuk meresmikan, tetapi juga untuk memastikan program ini tepat sasaran. Ia menekankan bahwa pengelolaan dapur makan bergizi gratis harus melibatkan tenaga kerja lokal.

“Tenaga kerja jangan keluar dari Salomekko. Paling hanya satu atau dua orang tenaga ahli dari luar, selebihnya SDM harus warga sini. Saya hadir untuk memastikan itu,” ujarnya dengan tegas.

Tak hanya soal tenaga kerja, Bupati Bone juga mengajak warga agar ikut mendukung dari sisi penyediaan bahan makanan. “Tanam sayur, atau bahan lainnya yang bisa menunjang dapur ini. Usahakan warga sekitar yang menyediakan, sehingga bisa menjadi tambahan pendapatan masyarakat,” harapnya.

Launching SPPG ini turut dihadiri Wakapolres Bone Kompol Antonius, Camat Salomekko A. Yuliana, serta Ketua Mitra Makan Bergizi Gratis Sukarno. Kehadiran tokoh-tokoh ini menandakan dukungan kuat terhadap gerakan pemenuhan gizi di Bone.

Suasana penuh harapan terlihat dari wajah masyarakat yang hadir. Dari dapur sederhana yang dibangun di Dusun Tanah Cellae, program ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan rakyat. Harapannya, dapur bergizi gratis tak sekadar mengenyangkan perut, tetapi juga memperkuat ikatan sosial serta membuka jalan bagi kesejahteraan yang lebih merata di Kabupaten Bone. (*)