BONE–Gerakan pemberdayaan masyarakat kembali digaungkan Pemerintah Kabupaten Bone. Rabu pagi (10/12/2025), halaman Rumah Jabatan Bupati Bone berubah menjadi pusat aktivitas pertanian rakyat ketika Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. bersama Ketua TP PKK Bone, Hj. Maryam A. Asman, secara resmi melaunching Gerakan Tanam Cabai 2025. Kegiatan ini berlangsung serentak di 27 kecamatan se-Kabupaten Bone dan menjadi momentum baru membangkitkan kemandirian pangan sekaligus penguatan ekonomi keluarga.
Peluncuran program yang digagas Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Bone ini turut dihadiri Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., Wakil Ketua TP PKK Bone Hj. Maya Damayanti A. Akmal, Pj Sekda Bone A. Saharuddin, Danrem 141/Tp, unsur Forkopimda, serta penyuluh pertanian dari tiga kecamatan wilayah kota. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam mendorong gerakan pertanian produktif berbasis rumah tangga.
Bupati Bone menegaskan bahwa gerakan tanam cabai bukan hanya kegiatan seremonial tahunan, tetapi telah terbukti memberikan dampak ekonomi nyata. Ia mengenang pengalamannya saat menjabat Camat Barebbo, ketika gerakan serupa mampu membantu masyarakat melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Dulu di Barebbo, gerakan tanam cabai bisa membantu masyarakat menyelesaikan PBB. Target Rp760 juta bisa tercapai karena warga memanfaatkan hasil panen cabai,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa komoditas sederhana seperti cabai dapat menjadi instrumen penting dalam menggerakkan ekonomi rumah tangga jika dikelola secara terarah.
Bupati Asman juga mendorong pemanfaatan polibag sebagai solusi bagi warga yang tidak memiliki lahan luas. Dengan demikian, siapa pun bisa ikut menanam, baik di halaman sempit maupun area rumah perkotaan. Ia menekankan bahwa permintaan cabai terus meningkat, terutama sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang rutin membutuhkan pasokan cabai dari petani lokal.
“Yang terpenting hari ini kita melaunching gerakan tanam cabai serentak di seluruh Bone. Saya meminta gerakan ini terus diperkuat untuk mendukung perputaran ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan atas upaya mereka dalam memastikan gerakan ini berjalan optimal.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Bone, Nurdin, SP., M.Si, dalam laporannya menjelaskan bahwa gerakan tanam cabai merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi sekaligus menekan potensi inflasi.
Ia mengungkapkan bahwa luas pertanaman cabai di Bone saat ini mencapai 144 hektare, dengan produksi cabai rawit tahun 2025 sebanyak 1.643 ton dan cabai besar sebanyak 2.542 ton. Melalui gerakan ini, pemerintah berharap areal tanam dan produktivitas cabai dapat terus meningkat.
Gerakan tanam cabai juga dilaksanakan melibatkan seluruh Forkopincam dan para penyuluh pertanian di tiap kecamatan, sehingga implementasinya dapat berjalan seragam dan terpantau.
Selain itu, Nurdin turut melaporkan adanya donasi Rp30 juta dari Dinas Pertanian Kabupaten Bone untuk membantu korban bencana di Aceh dan Sumatra.
Launching Gerakan Tanam Cabai 2025 ini bukan hanya ajakan untuk menanam. Ia adalah upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat ketersediaan pangan, menekan inflasi, dan mendorong perekonomian keluarga. Dari halaman rumah hingga ladang para petani, cabai kembali menjadi simbol ketahanan pangan Bone yang terus bertumbuh. (*)



Tinggalkan Balasan