BONE–Kasi Pembinaan SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Kabupaten Bone, Dr. H. Shabiel Zakaria, M.Pd., memenuhi undangan Universitas Cahaya Prima (UNCAPI) untuk berbagi wawasan dengan mahasiswa KKN Angkatan II Tahun Akademik 2024/2025. Bertempat di aula kampus, pertemuan ini menjadi momen berharga di mana isu-isu pendidikan terkini diangkat dengan penuh semangat.

Mengawali paparannya, Dr. Shabiel memaparkan Program dan Kebijakan Pendidikan Pemprov Sulsel, sembari menggugah kesadaran mahasiswa dengan data yang mencerminkan tantangan besar dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Bone. Salah satu fakta yang menarik perhatian adalah angka tidak sekolah (ATS) yang masih tinggi, terutama dari jenjang SMP ke SMA.

“Khusus di Bone, terutama di daerah pedesaan, kecenderungan ATS ini masih menjadi tantangan besar. Faktor utamanya adalah ekonomi, budaya, dan akses pendidikan yang sulit,” ujar Dr. Shabiel.

Ia mengungkapkan dua kecamatan di Bone, yaitu Bontocani dan Tellulimpoe, yang memiliki medan sulit, sehingga akses menuju SMA 29 Bone (Tellulimpoe) dan SMAN 23 Bone (Bontocani) menjadi hambatan utama bagi peserta didik.

Dalam kesempatan itu, Dr. Shabiel juga menitipkan pesan kepada mahasiswa KKN untuk menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat. “Saat KKN nanti, saya berharap kalian dapat memotivasi masyarakat tentang pentingnya melanjutkan pendidikan. Pemerintah saat ini sudah mempermudah akses melalui program beasiswa PIP yang bisa dimanfaatkan hingga ke perguruan tinggi,” pintanya.

Ia juga mendorong agar siswa yang sudah putus sekolah untuk memanfaatkan Program Paket C (setara SMA) sebagai jalan agar tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang kuliah. Sebagai contoh inspiratif, Dr. Shabiel menyebut nama Haji Rembulan, seorang komedian Bone yang juga hadir di acara tersebut, dan mampu menyelesaikan pendidikan meskipun melalui jalur nonformal.

“Pendidikan bukan hanya soal masa depan individu, tetapi juga masa depan daerah kita. Dengan kalian turun langsung ke masyarakat, saya yakin perubahan itu bisa dimulai dari langkah kecil yang kalian lakukan,” tutupnya dengan optimisme.

Ratusan mahasiswa yang hadir tampak terinspirasi dengan paparan tersebut. Sejumlah peserta bahkan mengaku termotivasi untuk menjadikan KKN mereka sebagai momen kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran pendidikan di daerah terpencil.

Semangat yang ditanamkan Dr. Shabiel Zakaria menjadi api kecil yang menyala, siap menyebarkan cahaya perubahan di pelosok Kabupaten Bone. Pendidikan, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, tetap menjadi harapan yang harus terus diperjuangkan. (*)