BONE– Di tengah situasi sulit akibat penutupan aktivitas di Pelabuhan Bajoe, kepedulian sosial hadir memberi harapan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe menyalurkan 500 paket sembako kepada masyarakat terdampak, Selasa (28/4/2026), sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk ASDP Peduli.

Kegiatan yang berlangsung di Aula ASDP Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur ini tidak sekadar penyaluran bantuan. Ia menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat—sebuah simbol bahwa di balik kebijakan besar, ada kepedulian yang tetap dijaga.

Hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Bone, Hj. Andi Tenriawaru, didampingi Camat Tanete Riattang Timur Andi Habibie. Turut hadir Executive Director Regional IV ASDP Syamsuddin, General Manager ASDP Cabang Bajoe Anom Sedayu, unsur Forkopimda Kabupaten Bone, serta ratusan penerima manfaat.

Dalam kesempatan itu, Pj Sekda membacakan sambutan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, yang menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan nyata ASDP dalam membantu masyarakat.

“Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas kepedulian sosial kepada masyarakat terdampak. Ini adalah bentuk sinergi yang sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti sekarang,” demikian pesan Bupati yang disampaikan.

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Bajoe, Anom Sedayu, menegaskan bahwa bantuan sembako ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai operator transportasi, tetapi juga sebagai mitra sosial.

Menariknya, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan seminar kewirausahaan. Langkah ini menunjukkan bahwa ASDP tidak hanya memberi bantuan jangka pendek, tetapi juga berupaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan bekal untuk bangkit dan berkembang secara mandiri,” ujar Anom.

Program ini menjadi bukti bahwa di tengah tantangan, kolaborasi antara pemerintah dan BUMN mampu menghadirkan solusi yang lebih luas—tidak hanya meringankan beban hari ini, tetapi juga membuka peluang untuk masa depan.

Bagi masyarakat sekitar Pelabuhan Bajoe, bantuan ini bukan sekadar paket sembako. Ia adalah tanda bahwa mereka tidak sendiri menghadapi dampak perubahan, dan bahwa harapan tetap tumbuh, bahkan di tengah keterbatasan. (*)