BONE – Rumah bukan sekadar tempat berteduh. Di balik dinding dan atapnya, ada harapan sebuah keluarga untuk hidup lebih aman, sehat, dan sejahtera. Namun, bagi sebagian masyarakat, memiliki rumah yang layak masih menjadi impian yang harus diperjuangkan.
Kondisi inilah yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bone. Melalui dukungan terhadap Program Strategis Nasional Pembangunan 3 Juta Rumah, pemerintah daerah terus memperkuat langkah untuk membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak.
Di bawah kepemimpinan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, komitmen tersebut diwujudkan melalui intervensi terhadap 2.167 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sepanjang tahun 2026.
Angka tersebut bukan sekadar capaian pembangunan fisik. Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi bangunan yang belum memenuhi standar kelayakan.
Kolaborasi Berbagai Sumber Pendanaan
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dunia usaha, hingga lembaga sosial.
Dari total 2.167 unit rumah yang diintervensi, sebanyak 2.070 unit bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kemudian 39 unit melalui APBD Provinsi, 31 unit dari APBD Kabupaten, empat unit melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta 23 unit melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Sinergi berbagai sumber pembiayaan ini menunjukkan bahwa persoalan perumahan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, melainkan harus membangun kerja sama agar semakin banyak masyarakat dapat memperoleh akses terhadap hunian yang layak.
Ketepatan Sasaran Menjadi Prioritas
Bagi Pemkab Bone, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang mendapatkan bantuan. Ketepatan sasaran juga menjadi perhatian utama.
Karena itu, penguatan koordinasi, pendataan, verifikasi, serta pendampingan kepada masyarakat terus dilakukan agar bantuan benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan.
Prinsip tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan menjadi landasan dalam pelaksanaan program tersebut.
Rumah yang layak diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi penghuninya, menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat, sekaligus menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Membangun Rumah, Membangun Harapan
Program intervensi RTLH tahun 2026 menjadi salah satu wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendukung agenda pembangunan nasional di sektor perumahan.
Lebih jauh, upaya ini menjadi investasi sosial bagi masa depan masyarakat. Sebab, ketika sebuah keluarga memiliki tempat tinggal yang layak, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk menjalani kehidupan dengan nyaman dan bermartabat.
Dengan memperkuat sinergi bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah desa, badan usaha, dan lembaga sosial, Pemkab Bone berharap semakin banyak masyarakat dapat menikmati hunian yang layak, aman, sehat, dan terjangkau.
Pada akhirnya, pembangunan bukan hanya tentang menghadirkan bangunan baru, melainkan juga tentang menghadirkan harapan baru bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bone terus berkomitmen mewujudkan hunian layak demi masyarakat yang semakin sejahtera. (*)


Tinggalkan Balasan