BONE, SULAWESI SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bone menerima bantuan berupa mobil Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Fasilitas ini diharapkan memperkuat pengawasan mutu dan keamanan pangan, sekaligus memperluas jangkauan pemeriksaan hingga ke wilayah pedesaan.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menyampaikan rasa syukur atas kedatangan mobil laboratorium keliling tersebut. Menurutnya, fasilitas ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengawasan keamanan pangan bagi masyarakat.
“Alhamdulillah mobil Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan sudah tiba di Bone,” kata Bupati Bone, Senin (26/10/2026).
Kehadiran mobil laboratorium keliling ini diharapkan dapat mendukung pemeriksaan keamanan pangan secara lebih cepat dan langsung di lapangan. Dengan fasilitas tersebut, pengawasan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga dapat menjangkau pasar tradisional, pusat distribusi, sentra produksi, hingga tingkat desa.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, Andi Zainal Wahyudi, menjelaskan bahwa mobil laboratorium tersebut akan digunakan untuk memeriksa berbagai komoditas pangan, termasuk sayuran, buah-buahan, dan sampel makanan lainnya.
“Fungsinya melakukan pemeriksaan sayuran, buah-buahan, sampel makanan langsung di lokasi pasar tradisional, pusat distribusi, sentra produksi, SPPG, dan lainnya yang menggunakan test kit dan bisa langsung ada hasilnya,” kata Andi Zainal Wahyudi.
Penggunaan test kit memungkinkan petugas melakukan pengujian sampel pangan secara langsung di lokasi pemeriksaan. Dengan demikian, pemantauan terhadap berbagai komoditas yang beredar di masyarakat diharapkan menjadi lebih efektif dan potensi pangan yang tidak memenuhi standar keamanan dapat terdeteksi lebih dini.
Bagi Kabupaten Bone, keberadaan fasilitas ini diharapkan mendukung perlindungan konsumen serta menjaga kualitas bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari. Pemeriksaan langsung di lapangan juga menjadi bagian penting dalam mengawasi keamanan pangan pada berbagai rantai distribusi, mulai dari sentra produksi hingga tempat penjualan.
Melalui bantuan Badan Pangan Nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone diharapkan dapat mengoptimalkan pengawasan keamanan pangan secara berkelanjutan, termasuk di wilayah pedesaan yang memiliki aktivitas produksi dan distribusi pangan.
Ke depan, mobil Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan diharapkan dapat memperluas jangkauan pemeriksaan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kontaminasi, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memperoleh bahan pangan yang bermutu dan layak dikonsumsi.
Dengan beroperasinya fasilitas ini, pengawasan keamanan pangan di Kabupaten Bone diharapkan semakin menjangkau berbagai wilayah, sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan masyarakat dan memastikan pangan yang beredar memenuhi standar keamanan.


Tinggalkan Balasan