BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dibawah kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman-H. Andi Akmal Pasluddin (Beramal) menjajaki kerja sama dengan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Jawa Barat, untuk meningkatkan mutu genetik dan produktivitas sapi, sekaligus memperkuat daya saing sektor peternakan daerah.
Penjajakan tersebut dilakukan Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., saat mengunjungi BIB Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Jumat (23/10/2026).
Dalam kunjungan itu, Andi Akmal yang akrab disapa AAP didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone. Rombongan diterima Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara, S.Pt., M.P., bersama Medik Veteriner Muda, drh. Seno Prihandoko, M.P.
Rombongan Pemkab Bone berkesempatan melihat secara langsung proses produksi semen beku yang digunakan dalam program inseminasi buatan (IB). Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempelajari penerapan teknologi reproduksi ternak serta menjajaki peluang pengadaan semen beku dari BIB Lembang.
Andi Akmal mengatakan, pengembangan sektor peternakan membutuhkan dukungan teknologi, akses terhadap sumber genetik unggul, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana proses produksi semen beku dan penerapan teknologi inseminasi buatan di BIB Lembang. Pengetahuan dan pengalaman ini penting bagi Bone untuk mendorong peningkatan mutu genetik ternak serta mengembangkan populasi sapi unggul yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat peternak,” ujarnya.
Salah satu potensi kerja sama yang menjadi perhatian adalah pengembangan sapi jenis Belgian Blue dan Gama. Penjajakan ini diharapkan dapat membuka akses bagi peternak di Kabupaten Bone terhadap sumber genetik unggul guna meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak.
Menurut Andi Akmal, peningkatan kualitas sapi tidak cukup hanya dengan menghadirkan sumber genetik unggul. Upaya tersebut perlu didukung kesiapan tenaga teknis, pendampingan kepada peternak, serta sistem pengelolaan peternakan yang berkelanjutan.
“Kami berharap penjajakan ini dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret, bukan hanya dalam pengadaan semen beku, tetapi juga peningkatan kompetensi tenaga inseminator asal Bone. Dengan tenaga yang semakin terampil dan dukungan teknologi yang tepat, pelayanan reproduksi ternak di daerah dapat diperkuat sehingga berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan peternak,” tambahnya.
Selain menjajaki pengadaan semen beku, Pemkab Bone melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan juga merencanakan kerja sama di bidang pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga teknis peternakan.
Salah satu fokus yang disiapkan adalah menambah jumlah sekaligus meningkatkan kemampuan tenaga inseminator. Dengan demikian, pelayanan inseminasi buatan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah sentra peternakan di Kabupaten Bone.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor peternakan yang produktif dan berdaya saing. Pemanfaatan teknologi reproduksi yang tepat, disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia, diharapkan dapat mendorong pengembangan sapi unggul sekaligus meningkatkan pendapatan peternak lokal.
Penjajakan kerja sama tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui koordinasi teknis antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone dengan BIB Lembang. Koordinasi ini diharapkan menghasilkan rencana kerja sama yang terarah, sesuai kebutuhan daerah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat peternak di Kabupaten Bone. (*)


Tinggalkan Balasan