WATAMPONE — Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan meluncurkan Gerakan Tanam Sayur Rumah Tangga dalam Polybag Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Merdeka Watampone, Jumat (18/9/2026).

Launching gerakan ini dilakukan langsung oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman bersama Wakil Bupati Bone H. Andi Akmal Pasluddin, Danrem 141/Tp, unsur Forkopimda, serta jajaran pemerintah kecamatan.

Program tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendorong pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan dan peningkatan konsumsi sayuran bergizi di tingkat rumah tangga.

Siapkan 2.400 Polybag untuk 24 Kelurahan

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone, Nurdin, SP., M.Si., menjelaskan bahwa Gerakan Tanam Sayur Rumah Tangga dalam Polybag merupakan upaya untuk menggerakkan masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah.

“Melalui gerakan ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah untuk membudidayakan berbagai jenis sayuran secara sederhana, praktis, dan produktif,” ungkapnya.

Pelaksanaan program ini didampingi oleh Danyon Ranting S Yonif TP 920/Lasalaga, Polbangtan Gowa, serta para penyuluh pertanian yang berada di kelurahan masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyiapkan 2.400 polybag berukuran 30 x 40 sentimeter dengan sasaran penerima manfaat di 24 kelurahan yang tersebar pada tiga kecamatan kota.

Jenis tanaman yang dikembangkan meliputi tomat, terong, kangkung, cabai rawit, dan kacang panjang. Program ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2026.

Menurut Nurdin, program tersebut memiliki sejumlah tujuan, antara lain meningkatkan pemanfaatan pekarangan secara produktif, mendorong budidaya sayuran secara mandiri, serta menumbuhkan budaya menanam yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan launching dan penyerahan sarana, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan tanaman, pemanfaatan hasil panen, dan pengembangan budidaya oleh masyarakat.

Sementara itu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengusulkan agar gerakan tersebut dikembangkan dengan menambahkan konsep Pemanfaatan Lahan Pekarangan sebagai bagian dari program yang lebih luas pada 2027.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan tidak hanya diarahkan untuk menanam sayuran, tetapi juga dapat dikembangkan melalui pemeliharaan ternak kecil, seperti ayam, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan protein keluarga.

“Gerakan Tanam Sayur Rumah Tangga ini kalau bisa nanti ada tambahan kalimat Pemanfaatan Lahan Pekarangan. Karena nanti mungkin teman-teman juga akan memelihara ternak kecil, ada ayam untuk menjaga kebutuhan protein,” kata Andi Asman.

Ia juga menyampaikan gagasan pengembangan industri rumah tangga serta pengolahan pupuk organik yang bersumber dari limbah keluarga.

Bupati meminta Dinas Pertanian mengembangkan program secara terklaster di tiga kecamatan. Setiap lurah diharapkan menyampaikan laporan perkembangan kegiatan secara berkala untuk memastikan program berjalan dan mendapat pendampingan.

Dalam arahannya, Bupati Bone menekankan pentingnya mendorong masyarakat, termasuk seluruh pegawai di Kabupaten Bone, untuk memulai pemanfaatan lahan pekarangan rumah masing-masing.

Ia menyoroti pasokan sayuran ke wilayah Bone yang menurutnya masih banyak berasal dari kabupaten lain. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi salah satu alasan perlunya meningkatkan produksi pangan secara mandiri di tingkat keluarga.

“Kalau persoalan belinya, makanya kita memulai dulu seluruh pegawai. Seluruh pegawai di Bone diminta untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya dulu. Kalau perlu, rumah kantor,” ujarnya.

Andi Asman menjelaskan, pemanfaatan pekarangan dapat membantu keluarga mengurangi pengeluaran untuk membeli sayuran. Penghematan tersebut, menurutnya, dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya, termasuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), listrik, dan kebutuhan sehari-hari.

Ia menggambarkan bahwa kebiasaan menanam dan menghasilkan sayuran sendiri dapat menciptakan surplus anggaran rumah tangga melalui pengurangan pengeluaran belanja pangan.

“Anggota keluarga menjadi produsen keluarga sayuran dan ternak. Ini yang kita maksud,” tegasnya.

Selain aspek ekonomi, Bupati Bone juga mengaitkan gerakan menanam sayuran dengan pemenuhan pangan sehat dan upaya mendukung pencegahan stunting di Kabupaten Bone.

Ia menyampaikan pentingnya masyarakat mengetahui proses budidaya dan keamanan pangan yang dikonsumsi keluarga. Menurutnya, produksi sayuran di pekarangan dapat menjadi salah satu cara bagi keluarga untuk lebih memahami dan mengawasi sumber pangan yang mereka konsumsi.

“Jadi sebenarnya bisa beli kalau Ibu-ibu Persit, recehan 10.000 bisa. Tetapi kita ingin aman dan dikonsumsi,” ujarnya.

Andi Asman juga menyinggung inovasi penguatan ekonomi dan kesehatan keluarga yang sebelumnya dikenal dengan nama Layar Hatiku, yang disebutnya pernah memperoleh penghargaan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Ia berharap Gerakan Tanam Sayur Rumah Tangga Sistem Polybag dapat menjadi langkah konkret untuk mendukung kemandirian pangan keluarga, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.

Dalam pelaksanaan program, setiap kelurahan penerima manfaat akan memperoleh pendampingan dari Polbangtan Gowa dan personel Lasalaga. Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat menjalankan budidaya tanaman hingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Bupati Bone juga mendorong masyarakat menanam langsung di tanah apabila kondisi lahan memungkinkan. Sementara itu, polybag disiapkan sebagai solusi bagi rumah tangga yang memiliki keterbatasan pekarangan atau tidak mempunyai lahan yang memadai.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Bone menargetkan tersedianya sarana budidaya berupa 2.400 polybag, benih sayuran bagi penerima manfaat, serta berkembangnya gerakan menanam secara mandiri di masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bone berharap dukungan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, penyuluh pertanian, kelompok masyarakat, serta seluruh penerima manfaat dapat memastikan program berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan keluarga di Kabupaten Bone. (*)