BONE — Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan ke-XVIII segera digelar. Event olahraga empat tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November 2026, dengan Kabupaten Bone dan Wajo ditetapkan sebagai tuan rumah.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bone, H. A. Akbar, S.Pd., M.Pd., mengatakan persiapan penyelenggaraan terus dilakukan, termasuk menyiapkan tempat tinggal bagi para atlet dan kontingen kabupaten/kota yang akan berlaga.
Menurutnya, jumlah pasti atlet dari masing-masing kabupaten/kota masih menunggu data dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Namun, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 300 atlet per kabupaten. “Karena sampai hari ini belum ada data berapa jumlah atlet dari semua kabupaten/kota. Tetapi diperkirakan sekitar 300 orang per kabupaten,” kata Akbar.
Jika setiap daerah mengirim sekitar 300 atlet, maka jumlah tersebut bisa mencapai ribuan atlet. Terlebih, kontingen Kota Makassar diperkirakan membawa jumlah atlet yang lebih besar dibandingkan daerah lainnya.
Akbar mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi, seluruh tuan rumah diharapkan telah siap menyediakan akomodasi bagi kontingen yang akan mengikuti Porprov XVIII. “Insyaallah semua tuan rumah sudah siap untuk menyiapkan, memondokkan semua cabang olahraga, termasuk kabupaten/kota,” ujarnya.
Di tengah persiapan tersebut, masih terdapat sejumlah venue pertandingan di Bone yang dinilai belum siap digunakan. Akbar menyebut ada empat venue atau fasilitas pertandingan yang masih membutuhkan pembenahan. Keempatnya yakni GOR, venue panjat tebing, voli pasir, dan lapangan tembak.
Akbar mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebelumnya telah berkoordinasi dengan Kabupaten Bone dan Wajo terkait kesiapan venue. Dalam rapat koordinasi tersebut, pihak provinsi disebut akan segera turun langsung untuk melihat kondisi venue yang akan digunakan sebagai lokasi pertandingan.
“Hasil rapat koordinasi dengan Wajo dan Bone di provinsi minggu lalu, kita sudah sampaikan bahwa secepatnya provinsi datang ke Bone dan Wajo untuk melihat kira-kira venue mana yang sudah siap, mana yang belum,” jelasnya.
Untuk GOR, kata Akbar, kondisi venue masih memungkinkan untuk diperbaiki dan digunakan sebagai lokasi pertandingan beberapa cabang olahraga. Menurutnya, setidaknya terdapat tiga cabang olahraga yang dapat digelar di GOR setelah dilakukan pembenahan, yakni judo, karate, dan kurash.
“Kalau misalnya GOR, bisa diperbaiki, ada tiga cabor yang bisa masuk di situ. Yang pertama adalah judo, karate, dengan kurash. Artinya sekiranya dicat, kemudian perbaiki toiletnya, itu sudah bisa digunakan,” katanya.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada venue panjat tebing. Fasilitas tersebut dinilai tidak dapat digunakan apabila tidak dilakukan perbaikan. “Kalau panjat tebing kalau tidak diperbaiki, enggak bisa sama sekali,” tegasnya.
Begitu pula dengan venue menembak yang membutuhkan pembenahan fasilitas pendukung agar pertandingan dapat terlaksana sesuai standar.
Akbar menegaskan bahwa sebagai tuan rumah, Bone harus memastikan seluruh venue yang menjadi tanggung jawab daerah siap digunakan. Namun, ia mengungkapkan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah provinsi untuk sejumlah venue tersebut masih terbatas.
Menurutnya, bantuan dari provinsi saat ini hanya diarahkan untuk Stadion Lapatau. Sementara sejumlah fasilitas lain seperti GOR, lapangan tembak, panjat tebing, dan voli pasir tidak mendapatkan bantuan persiapan dari provinsi.
“Provinsi ini hanya membantu Stadion Lapatau saja, tapi GOR, lapangan tembak, kemudian panjat tebing, dan voli pasir mereka tidak memberikan bantuan untuk persiapan. Makanya dibebani ke kabupaten,” ungkap Akbar.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, Pemkab Bone berharap adanya koordinasi dan perhatian lebih dari pemerintah provinsi terhadap venue-venue yang masih membutuhkan pembenahan. Hal itu dinilai penting agar seluruh pertandingan Porprov XVIII yang dipusatkan di Bone dapat berlangsung lancar dan sesuai standar penyelenggaraan. (*)


Tinggalkan Balasan