BONE — Pagi itu, suasana di Jl Husain Jeddawi, Kabupaten Bone, terasa berbeda. Sejumlah warga menerima kedatangan personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bone yang datang bukan untuk mengatur arus kendaraan, melainkan membawa sesuatu yang tak kalah penting: kepedulian.
Satu per satu paket sembako diserahkan langsung kepada masyarakat kurang mampu, Senin pagi (14/9/2026). Senyum dan rasa haru tampak dari wajah warga ketika menerima bantuan tersebut.
Bagi sebagian orang, paket sembako mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan itu menjadi bentuk perhatian yang begitu berarti.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. Bakti sosial dipimpin oleh KBO Lantas Polres Bone, Ipda Ryandika Nalaguna, bersama jajaran Satlantas Polres Bone.
Di tengah tugas kepolisian yang identik dengan pengaturan lalu lintas, penindakan pelanggaran, hingga menjaga keselamatan pengguna jalan, para personel Satlantas menyempatkan diri turun langsung menyapa masyarakat.
Langkah sederhana itu menjadi cara mereka menunjukkan bahwa tugas kepolisian bukan hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan dan pelayanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.
Kasat Lantas Polres Bone, AKP Riyanda Putra Utama, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri, khususnya jajaran lalu lintas, kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi dan membantu meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Riyanda, momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tidak hanya menjadi peringatan atas perjalanan pengabdian jajaran lalu lintas, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat.
Sebab, hubungan antara polisi dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui pelayanan di jalan raya. Komunikasi, perhatian, serta kepedulian terhadap kondisi sosial warga juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan.
Bantuan sembako yang disalurkan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para penerima, sekaligus sedikit meringankan kebutuhan mereka.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat. Momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 juga menjadi pengingat untuk terus meningkatkan pelayanan, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Bagi warga penerima bantuan, kehadiran polisi di tengah mereka meninggalkan kesan tersendiri. Ucapan terima kasih pun disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas perhatian yang diberikan.
Beberapa warga tampak haru ketika menerima bantuan secara langsung. Bukan semata karena isi paket yang diberikan, tetapi karena mereka merasa diperhatikan dan tidak berjalan sendiri menghadapi kesulitan.
Di situlah makna bakti sosial tersebut terasa lebih dalam.
Paket sembako mungkin akan habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun perhatian yang diberikan secara langsung dapat meninggalkan kesan lebih lama: bahwa di tengah berbagai kesibukan dan persoalan kehidupan, masih ada pihak yang peduli.
Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Bone menunjukkan sisi lain dari wajah kepolisian—lebih dekat, humanis, dan responsif terhadap kondisi masyarakat.
Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 pun tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum itu diisi dengan aksi nyata, dengan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sebuah paket sembako mungkin sederhana. Tetapi dari tangan polisi yang menyerahkannya, terselip pesan bahwa pengabdian tidak selalu harus hadir dalam bentuk tindakan besar. Terkadang, kepedulian justru dimulai dari hal sederhana: datang, menyapa, mendengar, dan berbagi. (*)


Tinggalkan Balasan