BONE — Pagi di Taman Arung Palakka, Senin (31/8/2026), berlangsung seperti biasanya. Aktivitas olahraga masyarakat mewarnai kawasan ruang terbuka hijau tersebut.
Namun, di tengah suasana pagi itu, ada pemandangan yang menarik perhatian Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. Pepohonan dan sejumlah tanaman di kawasan taman mulai terlihat layu setelah cukup lama diterpa musim kemarau.
Kemarau berkepanjangan membuat tanaman harus berjuang mendapatkan pasokan air. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada kelestarian ruang terbuka hijau yang menjadi salah satu ruang publik bagi masyarakat Bone.
Melihat kondisi itu, Bupati Bone tidak tinggal diam.
Di sela-sela kegiatan olahraganya, Andi Asman langsung mengambil langkah. Ia mengerahkan personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bone untuk melakukan penyiraman secara masif di kawasan Taman Arung Palakka.
Mobil pemadam dikerahkan. Selang-selang air kemudian diarahkan ke sejumlah tanaman dan pepohonan yang mulai kehilangan kesegarannya.
Air disemprotkan ke area taman, membasahi tanaman yang sebelumnya tampak kering akibat minimnya curah hujan.
Yang menarik, Bupati Bone tidak hanya berdiri memberikan arahan kepada petugas.
Ia ikut turun ke lapangan dan memegang langsung selang penyemprot. Dengan sigap, Andi Asman mengarahkan semprotan air ke tanaman dan pepohonan yang membutuhkan pasokan air.
Sederhana, tetapi sarat makna.
Di tengah ancaman kemarau, tindakan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan ruang terbuka hijau di Kabupaten Bone.
Taman Arung Palakka bukan hanya menjadi tempat masyarakat berolahraga. Kawasan ini juga menjadi ruang publik yang menghadirkan pepohonan, tanaman, dan suasana hijau di tengah aktivitas perkotaan.
Keberadaan vegetasi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga suasana taman tetap teduh dan nyaman bagi masyarakat.
Karena itu, penyiraman dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tanaman tidak mengalami kerusakan yang lebih parah akibat kekeringan.
Bagi pemerintah daerah, menjaga taman tetap hijau di tengah musim kemarau bukan sekadar persoalan estetika. Lebih dari itu, ruang terbuka hijau merupakan bagian dari lingkungan perkotaan yang perlu dirawat dan dipelihara secara berkelanjutan.
Pagi itu, perhatian Bupati Bone tertuju pada sesuatu yang mungkin terlihat sederhana: tanaman yang membutuhkan air.
Namun dari selang yang digenggamnya, mengalir pesan tentang pentingnya menjaga ruang hijau tetap hidup.
Kemarau mungkin belum berakhir. Tetapi setidaknya, di Taman Arung Palakka, ada upaya untuk memastikan pepohonan dan tanaman tetap bertahan.
Guyuran air dari armada Damkar menjadi ikhtiar pemerintah daerah menjaga Taman Arung Palakka tetap hijau, asri, dan nyaman bagi masyarakat Bone. (*)


Tinggalkan Balasan