BONE– Suasana kemeriahan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terpancar di Lingkungan Lona, Kelurahan Toro, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone. Uniknya, pesta rakyat kali ini berlangsung di tengah area persawahan yang tergenang air dan lumpur.

Sejak sore, warga memadati lokasi yang disulap menjadi arena perlombaan. Hamparan sawah berlumpur menjadi panggung hiburan bagi warga yang ingin merayakan momentum kemerdekaan dengan cara sederhana, namun penuh keceriaan.

Berbagai perlombaan khas kemerdekaan digelar dengan konsep yang berbeda. Salah satunya pertandingan sepak bola yang diikuti kaum pria dengan mengenakan pakaian unik, termasuk daster. Tak kalah menarik, pertandingan voli berlumpur juga melibatkan emak-emak dan remaja putri.

Medan pertandingan yang licin dan dipenuhi lumpur justru menambah keseruan. Para peserta harus berjibaku menjaga keseimbangan sambil berusaha memenangkan pertandingan. Sesekali peserta terjatuh ke dalam lumpur, mengundang gelak tawa penonton yang berkerumun di pinggir sawah.

Sorak-sorai dan tepuk tangan warga terus terdengar sepanjang perlombaan. Lumpur yang membasahi pakaian dan tubuh para peserta seolah tak lagi menjadi persoalan. Bagi mereka, kebersamaan dan kegembiraan dalam merayakan kemerdekaan jauh lebih penting daripada sekadar kemenangan.

Tokoh masyarakat setempat yang juga Purna Bakti Kepala UPT SMAN 13 Bone, Hamzah, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata digelar untuk memperebutkan kemenangan.

Menurutnya, pesta rakyat menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga kebersamaan antarwarga Lingkungan Lona.

“Yang paling penting dari kegiatan ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita bisa berkumpul, bersilaturahmi dan menjaga kebersamaan,” ujar Hamzah.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membangkitkan semangat nasionalisme warga dalam mengisi kemerdekaan.

Di tengah lumpur dan riuh rendah sorakan warga, perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lingkungan Lona pun menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Sawah yang biasanya menjadi tempat warga mencari penghidupan, untuk sementara berubah menjadi ruang berkumpul dan bersuka cita. Lumpur pun bukan lagi sekadar tanah basah, melainkan menjadi bagian dari cerita kebersamaan warga dalam merayakan kemerdekaan. (*)