BONE — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, suasana penuh khidmat terasa di Gedung PKK Kabupaten Bone, Sabtu (15/8/2026). Sebanyak anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bone tahun 2026 resmi dikukuhkan oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM.
Pengukuhan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum para putra-putri terbaik Bone menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan kemerdekaan.
Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bone, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah, Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan Syahid, SE selaku bidang pelaksana pelatihan Paskibraka Kabupaten, Ketua PPI Bone Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si, Rismayani, S.Sos., MH sebagai Pembina Paskibraka.
Prosesi pengukuhan diawali dengan pengucapan Ikrar Putra Indonesia oleh calon Paskibraka secara serentak. Dengan tangan memegang ujung bendera Merah Putih di dada kanan, mereka mengucapkan ikrar yang menegaskan pengakuan sebagai makhluk Tuhan, kecintaan terhadap tanah air, kesetiaan kepada Pancasila dan UUD 1945, serta tekad menjaga keutuhan bangsa.
Ikrar tersebut dipimpin langsung Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bone, Drs. A. Gunadil Ukra, MM.
Usai ikrar, Bupati Bone membacakan naskah pengukuhan yang kemudian diikuti secara serentak oleh anggota Paskibraka. Prosesi dilanjutkan dengan pemasangan sabuk kendit Paskibraka dan ovalet secara simbolis oleh Bupati Bone kepada pemimpin Paskibraka.
Bagi para anggota Paskibraka, momen tersebut bukan sekadar seremoni. Di balik seragam yang dikenakan dan langkah yang harus seragam, terdapat perjalanan panjang berupa seleksi, pembinaan, latihan, kedisiplinan, hingga pembentukan mental untuk mengemban tugas negara di hadapan masyarakat.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengatakan, peringatan kemerdekaan tidak seharusnya dimaknai sebatas agenda tahunan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mengingat perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan.
“Dan pada momentum itulah anak-anak kita yang berdiri di hadapan kita hari ini akan mengambil bagian yang sangat terhormat,” ujarnya.
Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bone, Andi Asman menyampaikan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Bone 2026 yang telah resmi dikukuhkan. “Kalian adalah putra-putri terbaik. Sekali lagi, kalian adalah putra-putri terbaik, pilihan,” tegasnya.
Ia menilai, predikat tersebut tidak datang begitu saja. Para anggota Paskibraka telah melewati berbagai tahapan seleksi, pembinaan, pelatihan, dan proses panjang yang membutuhkan ketekunan serta kesiapan mental.
Penghargaan juga disampaikan kepada para pembina, pelatih, pendamping, panitia, jajaran TNI dan Polri, serta seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan Paskibraka Kabupaten Bone tahun ini.
Tak kalah penting, Bupati memberikan penghormatan kepada para orang tua yang telah memberikan doa, pendidikan, keteladanan, dukungan, dan keikhlasan kepada anak-anak mereka untuk menjalankan tugas sebagai Paskibraka. Di hadapan para anggota Paskibraka, Andi Asman kemudian menyampaikan pesan yang lebih jauh dari sekadar tugas mengibarkan bendera.
Menurutnya, menjadi Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan berdiri tegap, berjalan dengan langkah seragam, melakukan penghormatan, ataupun menjalankan tata upacara dengan sempurna. Lebih dari itu, Paskibraka merupakan bagian dari proses pembentukan karakter. “Kalian telah belajar bahwa sebuah tugas besar hanya dapat diselesaikan melalui kedisiplinan,” katanya.
Para anggota Paskibraka, lanjutnya, juga telah belajar bahwa keberhasilan sebuah tim tidak akan tercapai jika setiap orang hanya memikirkan dirinya sendiri. Keberhasilan membutuhkan latihan berulang, kesabaran, ketekunan, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Karena itu, ia berpesan agar nilai-nilai tersebut tidak berhenti ketika tugas pengibaran bendera selesai pada 17 Agustus.
Ketika kembali ke sekolah, para anggota Paskibraka diharapkan menjadi pelajar yang lebih disiplin. Di tengah keluarga, menjadi anak yang lebih bertanggung jawab. Sementara di tengah masyarakat, mereka diharapkan tumbuh sebagai generasi yang santun, peduli, dan mampu memberikan manfaat.
“Dan ketika suatu saat kalian mendapatkan kesempatan untuk memimpin, ingatlah bahwa seorang pemimpin tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga membutuhkan integritas, keteladanan, keberanian mengambil keputusan, serta kesediaan untuk mendahulukan kepentingan orang banyak,” pesannya.
Bupati mengingatkan bahwa bendera yang akan mereka kibarkan bukan sekadar kain berwarna merah dan putih. Di dalamnya terdapat sejarah panjang perjuangan para pahlawan bangsa. Merah, kata dia, mengingatkan pada keberanian dan semangat perjuangan. Sementara putih mengingatkan pada kesucian niat dan ketulusan pengabdian. Ketika bendera perlahan naik menuju puncak tiang, masyarakat sejatinya sedang menyaksikan simbol perjalanan bangsa yang dibangun melalui pengorbanan yang tidak sedikit.
“Jangan sampai setelah tanggal 17 Agustus berlalu, semangat dan kedisiplinan kalian ikut berakhir,” pesannya.
Ia meminta para Paskibraka mengibarkan Sang Merah Putih dengan penuh kehormatan serta menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah, dan Kabupaten Bone. Bupati juga menitipkan harapan agar putra-putri Bone menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, disiplin, berprestasi, dan memiliki semangat kebangsaan. “Jangan menjadi generasi yang bangga menggunakan hasil karya orang lain. Jadilah generasi yang suatu saat mampu menciptakan karya dan prestasi yang membuat orang lain bangga terhadap Bone,” ujarnya.
Menjelang puncak peringatan kemerdekaan, Andi Asman mengajak seluruh masyarakat menyambut HUT ke-81 RI dengan semangat persatuan, kebersamaan, dan optimisme. Kemerdekaan, menurutnya, harus diisi dengan prestasi dan kerja nyata untuk membangun daerah serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Khusus kepada anggota Paskibraka, ia memberikan pesan yang sangat praktis sekaligus penuh penekanan: menjaga Sang Merah Putih agar tidak menyentuh tanah ataupun jatuh saat menjalankan tugas. “Jaga merah putih di lapangan. Jangan sampai ke tanah atau jatuh,” tegasnya.
Ia juga meminta para anggota Paskibraka memberikan kemampuan terbaik dalam kesempatan yang dinilainya sebagai pengalaman emas. “Yakin dan percaya bahwa masing-masing anggota berprinsip bahwa ‘sayalah yang mewakili masyarakat Bone untuk mengibarkan merah putih di Kabupaten Bone.’ Siap?” serunya.
“Siap!” jawab para anggota Paskibraka serentak.
Jawaban itu menjadi penutup yang menggambarkan kesiapan mereka menyambut tugas pada 17 Agustus mendatang. Di balik barisan yang tegap, tersimpan harapan agar tugas sehari mengibarkan bendera menjadi bekal seumur hidup: disiplin, tanggung jawab, integritas, dan kecintaan kepada Indonesia.
Karena bagi Paskibraka Bone 2026, mengibarkan Merah Putih bukan sekadar menjalankan tugas upacara. Mereka sedang membawa nama keluarga, sekolah, dan Kabupaten Bone dalam satu momen sakral untuk mengenang perjuangan bangsa sekaligus menatap masa depan. (*)


Tinggalkan Balasan