BONE — Harapan masyarakat Kecamatan Mare untuk menikmati akses jalan yang lebih baik akhirnya terwujud. Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM meresmikan ruas jalan Kadai–Pattiro Bajo, Kecamatan Mare, Kamis (13/8/2026).
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Bone, didampingi Kepala Dinas BMCKTR Bone H. Askar, ST., M.Si. Prosesi tersebut turut disaksikan para peserta Roadshow Kemerdekaan dari berbagai kecamatan di Dapil II Bone.
Ruas jalan yang selama ini menjadi bagian penting dalam mobilitas masyarakat tersebut kini telah mendapatkan penanganan melalui pekerjaan pengaspalan yang bersumber dari anggaran tahun 2026.
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas BMCKTR Bone, Jumran, mengungkapkan, ruas Kadai–Pattiro Bajo memiliki panjang sekitar 1.120 kilometer, dengan total anggaran pekerjaan mencapai Rp3.504.976.929.
Bagi masyarakat Mare, hadirnya jalan yang lebih baik bukan sekadar perubahan fisik. Infrastruktur tersebut menjadi penghubung yang diharapkan mampu memperlancar aktivitas warga, mulai dari perjalanan sehari-hari hingga distribusi hasil usaha dan kegiatan ekonomi lainnya.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengatakan, peresmian ruas jalan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur.
“Ini pengaspalan untuk anggaran tahun 2026. Kita sudah launching dan menjawab harapan masyarakat Kecamatan Mare di sini,” ujar Andi Asman.
Menurutnya, pembangunan jalan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran transportasi. Infrastruktur yang memadai juga menjadi salah satu pintu masuk untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Ini merupakan harapan masyarakat untuk meningkatkan infrastruktur, membuka jalur transportasi masyarakat agar bisa lebih lancar, dapat meningkatkan kegiatan perekonomian, berusaha, dan kegiatan yang lainnya,” katanya.
Pembangunan Berlanjut, Wilayah Bergilir
Komitmen pembangunan infrastruktur jalan di Bone juga tidak berhenti pada peresmian ruas Kadai–Pattiro Bajo.
Andi Asman memastikan pembangunan akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya dengan pendekatan pemerataan antarwilayah. Ia menyebut, pola pembangunan akan terus bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih adil.
“Ya, tentu pasti dilanjutkan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya pembangunan telah menyasar lima desa dan lima kecamatan. Pada 2026, program kembali menyasar lima kecamatan dengan pola tuan rumah yang bergilir.
“Berpindah tuan rumah. Ini tuan rumah,” ujarnya.
Untuk rencana berikutnya, pemerintah daerah masih melihat kebutuhan dan prioritas wilayah. Sejumlah wilayah di Bone bagian utara hingga kawasan lainnya berpeluang menjadi sasaran pembangunan berikutnya, di antaranya Kahu, Salomekko, Cina, Bengo, Amali, dan wilayah lain yang membutuhkan perhatian infrastruktur.
“Intinya berkeadilan,” kata Andi Asman.
Prinsip tersebut menjadi penekanan dalam arah pembangunan infrastruktur Bone. Pemerintah daerah berupaya agar pembangunan tidak terpusat pada satu wilayah, tetapi bergerak secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di berbagai kecamatan.
Peresmian jalan Kadai–Pattiro Bajo akhirnya bukan hanya menjadi seremoni selesainya sebuah proyek. Lebih dari itu, jalan tersebut menjadi simbol hadirnya akses baru bagi masyarakat Mare—akses yang diharapkan memperpendek jarak, memperlancar mobilitas, membuka peluang usaha, dan menghubungkan denyut perekonomian warga dengan wilayah sekitarnya.
Bagi masyarakat, aspal yang membentang sepanjang 1,120 kilometer itu menjadi awal dari perjalanan yang lebih mudah. Bagi pemerintah daerah, pembangunan tersebut menjadi bagian dari pekerjaan panjang untuk memastikan infrastruktur Bone tumbuh secara bertahap dan berkeadilan. (*)


Tinggalkan Balasan