BONE– Di tengah hamparan lahan pertanian Dusun Taka, Desa Bengo, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, sebuah rencana pembangunan infrastruktur mulai membawa harapan baru bagi para petani. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Bone tengah menyiapkan jaringan irigasi perpipaan yang diproyeksikan mampu mengaliri sekitar 3.400 hektare lahan pertanian.
Harapan itu terlihat saat Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., mendampingi Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, S.T., meninjau langsung titik kedua rencana pembangunan jaringan irigasi tersebut, Rabu (12/8/2026).
Peninjauan di Dusun Taka bukan sekadar melihat lokasi. Di balik survei lapangan itu, terdapat kebutuhan mendasar masyarakat pertanian: memastikan air tersedia ketika tanaman membutuhkannya.
Bagi wilayah yang menggantungkan perekonomiannya pada sektor pertanian, air merupakan bagian penting dari keberlanjutan produksi. Karena itu, pembangunan jaringan irigasi perpipaan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat fondasi pertanian sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani.
Jaringan yang direncanakan di titik tersebut akan mencakup areal pertanian di tiga desa, yakni Desa Mattaropuli, Desa Bengo, dan Desa Selli. Luasan sekitar 3.400 hektare membuat proyek ini memiliki arti penting bagi pengembangan pertanian di Kecamatan Bengo dan sekitarnya.
Jika terealisasi, infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuat pasokan air ke lahan pertanian menjadi lebih terjamin. Dengan ketersediaan air yang lebih baik, petani memiliki peluang memperluas areal tanam, meningkatkan produktivitas, sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian.
Lebih jauh, pembangunan irigasi bukan hanya berbicara tentang saluran dan jaringan perpipaan. Infrastruktur ini menyentuh langsung kehidupan masyarakat—dari lahan yang ditanami, hasil panen yang diproduksi, hingga pendapatan keluarga petani yang diharapkan ikut meningkat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Bone pun menempatkan penguatan infrastruktur pertanian sebagai bagian dari upaya mendorong sektor pertanian agar semakin produktif dan berkelanjutan.
Survei tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang (DSDA-CKTR) Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Bone, serta Camat Bengo.
Dari Dusun Taka, langkah pembangunan itu dimulai dari sebuah titik di lapangan. Namun bagi ribuan hektare lahan pertanian yang direncanakan mendapatkan manfaat, titik tersebut dapat menjadi awal dari harapan yang lebih besar: air yang lebih dekat, musim tanam yang lebih pasti, dan masa depan pertanian Bone yang semakin kuat. (*)


Tinggalkan Balasan