BONE– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone mengikuti kegiatan Strategi Penanganan Krisis Pemberitaan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan secara virtual melalui Zoom Meeting, Rabu (15/07).
Kegiatan ini menghadirkan praktisi media dan komunikasi nasional, Aiman Wicaksono, sebagai narasumber utama.
Kegiatan yang diikuti oleh jajaran kehumasan Lapas Watampone tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi dinamika komunikasi publik serta memperkuat kemampuan pengelolaan isu strategis di lingkungan Pemasyarakatan.
Dalam paparannya, Aiman Wicaksono menjelaskan perkembangan media landscape di Indonesia yang terus mengalami perubahan seiring meningkatnya penetrasi internet dan penggunaan media sosial. Kondisi tersebut menuntut setiap instansi pemerintah, termasuk UPT Pemasyarakatan, untuk mampu beradaptasi dalam menyusun strategi komunikasi yang efektif, cepat, dan tepat sasaran.
Selain itu, narasumber menekankan pentingnya penerapan kebijakan komunikasi krisis yang terintegrasi sebagai pedoman bagi seluruh jajaran Pemasyarakatan. Penyampaian informasi kepada publik harus dilakukan secara cepat, akurat, konsisten, transparan, dan akuntabel guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Materi juga membahas klasifikasi krisis Pemasyarakatan berdasarkan tingkat dampaknya, mulai dari krisis ringan, sedang, berat, hingga luar biasa, beserta mekanisme eskalasi penanganan pada setiap tingkatan sesuai kewenangan UPT, Kantor Wilayah, maupun Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai alur manajemen komunikasi krisis yang mencakup tahap prakrisis, krisis, dan pascakrisis. Pembahasan meliputi deteksi dini, mitigasi risiko, penyusunan holding statement, penunjukan juru bicara, penyampaian key messages, pelaksanaan media monitoring, hingga evaluasi dan pemulihan citra organisasi.
Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bekal penting bagi jajaran humas dalam menghadapi tantangan komunikasi publik yang semakin dinamis.
“Kemampuan mengelola komunikasi publik menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap Tim Humas Lapas Watampone semakin siap mengantisipasi potensi krisis pemberitaan dan mampu menyampaikan informasi secara cepat, akurat, serta bertanggung jawab,” ujar Rahnianto.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Watampone berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi internal dalam pengelolaan informasi publik, meningkatkan kompetensi Tim Humas dalam penanganan isu strategis dan krisis pemberitaan, serta mengoptimalkan publikasi berbagai program dan capaian positif Pemasyarakatan guna mewujudkan institusi yang profesional, transparan, dan terpercaya di tengah masyarakat. (*)


Tinggalkan Balasan