WATAMPONE – Menjadi pemimpin baru di sebuah sekolah bukan berarti harus duduk manis dan beradaptasi perlahan. Prinsip inilah yang tampaknya dipegang teguh oleh Musdalifa, S.Pd.SD. Belum genap satu minggu mengemban tugas sebagai Kepala UPT SDN 1 Watampone, ia langsung bergerak cepat (“tancap gas”) menyelesaikan persoalan krusial yang mengganggu kenyamanan belajar siswa.
Bukan tanpa alasan, dua ruang kelas di SDN 1 Watampone sebelumnya mengalami rusak parah pada bagian atap akibat terjangan angin kencang. Kondisi ini membuat air hujan kerap menggenangi ruangan.
Dampaknya? Setiap kali hujan deras mengguyur, para siswa di kedua kelas tersebut terpaksa harus “diungsikan”. Proses belajar mengajar pun dipindahkan sementara ke ruang perpustakaan dan ruang guru agar anak-anak tidak kebasahan. Tentu saja, kondisi ini membuat suasana belajar menjadi kurang kondusif.
Melihat hal tersebut, Musdalifa tidak tinggal diam. Tanpa menunda waktu, perbaikan atap langsung dikebut.
Kerja keras dan gerak cepat tersebut membuahkan hasil manis. Hari ini, proyek perbaikan atap darurat tersebut dinyatakan rampung total. Atap yang bolak-balik bocor kini sudah kokoh kembali dan siap melindungi siswa dari terpaan hujan.
”Alhamdulillah, hari ini sudah selesai. Sengaja dibenahi dan dikebut agar selesai sebelum pasca-libur sekolah berakhir,” ujarnya dengan rasa syukur.
Langkah taktis yang diambil oleh Musdalifa ini menuai apresiasi. Dengan selesainya perbaikan ini, para siswa dipastikan bisa kembali belajar di ruang kelas mereka sendiri dengan aman, nyaman, dan tenang saat masuk sekolah nanti, tanpa perlu khawatir lagi akan bayang-bayang banjir kiriman dari langit. (*)


Tinggalkan Balasan