BONE – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dibawah kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM sebagai Bupati Bone dan Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM sebagai Wakil Bupati Bone dalam mendorong kemajuan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Produksi dan Pengolahan, Pemasaran, Sumber Daya Manusia (SDM), serta Desain dan Teknologi yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Kepala Dinas, H. Hamzah Sunusi, S.Sos., M.Si.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Helios, Selasa (23/6/2026), tersebut diikuti para pelaku koperasi dan UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Bone. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi, kapasitas usaha, serta daya saing pelaku ekonomi kerakyatan di tengah tantangan era digital dan persaingan pasar yang semakin ketat.

Acara dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Hj. Andi Tenriawaru, SP., M.Si, yang hadir mewakili Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM.

Dalam sambutannya, Pj. Sekda Bone menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan tersebut, khususnya Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bone.

“Pemerintah Kabupaten Bone menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, khususnya Dinas Koperasi dan UKM, yang telah menginisiasi pelaksanaan pelatihan strategis ini. Kehadiran para peserta mencerminkan semangat dan komitmen yang kuat untuk bersama-sama menggerakkan roda perekonomian daerah melalui penguatan sektor UMKM,” ujarnya.

Menurutnya, UMKM selama ini telah terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan daerah. Dalam berbagai situasi krisis, sektor ini mampu bertahan sekaligus menjadi penyangga ekonomi masyarakat. Namun, perubahan zaman menuntut para pelaku usaha untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitasnya.

Karena itu, pelatihan yang dilaksanakan kali ini dirancang dengan fokus pada empat pilar utama yang saling berkaitan dalam menentukan keberhasilan sebuah usaha.

Pilar pertama adalah produksi dan pengolahan, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas produk, efisiensi proses produksi, serta pemanfaatan potensi komoditas lokal Bone agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Pilar kedua adalah pemasaran, terutama kemampuan memanfaatkan platform digital dan e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar. Di era digital saat ini, strategi pemasaran yang tepat menjadi kunci agar produk lokal mampu dikenal dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Sementara itu, pilar ketiga adalah penguatan sumber daya manusia (SDM). Pelaku UMKM didorong tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mentalitas kewirausahaan yang kuat, inovatif, disiplin, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Adapun pilar keempat adalah desain dan teknologi, yang menekankan pentingnya kemasan produk, branding, serta pemanfaatan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha.

“Jangan tabu dengan teknologi. Sebaliknya, jadikan teknologi sebagai mitra terbaik dalam membesarkan usaha,” pesan Pj. Sekda kepada para peserta.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Bone menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku usaha agar dapat berkembang dan naik kelas. Dukungan tersebut mencakup pendampingan legalitas usaha, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga kemudahan akses permodalan.

Pj. Sekda juga meminta agar pelatihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia berharap seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pengembangan usaha masing-masing, sementara perangkat daerah terkait terus melakukan monitoring dan pendampingan secara berkelanjutan.

“Keberhasilan pelatihan ini tidak diukur dari seberapa banyak materi yang dibawa pulang, tetapi dari seberapa besar komitmen peserta untuk mempraktikkan ilmu tersebut dalam usaha mereka,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bone berharap lahir pelaku-pelaku usaha yang semakin kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi di era digital. Dengan penguatan kapasitas di bidang produksi, pemasaran, SDM, desain, dan teknologi, UMKM Bone diharapkan semakin tangguh, berdaya saing, serta mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah menuju Bone yang lebih maju dan sejahtera. (*)