BONE — Sorak-sorai penonton menggema di Lapangan Voli Tanabatue, Kelurahan Tanabatue, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, saat Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bone, H. Muslimin, SE., MM., secara resmi membuka Turnamen Bola Voli Tanabatue Cup 2026, Minggu (7/6/2026).

Pembukaan turnamen berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Kehadiran Camat Libureng, jajaran pengurus PBVSI Bone, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, pecinta olahraga, hingga ratusan warga yang memadati arena pertandingan menjadi gambaran besarnya perhatian masyarakat terhadap perkembangan olahraga bola voli di daerah tersebut.

Namun, bagi H. Muslimin, Tanabatue Cup 2026 bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Turnamen ini menjadi titik awal dari upaya membangun kembali fondasi pembinaan bola voli di Kabupaten Bone melalui kompetisi yang terarah dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Bone itu menegaskan bahwa kompetisi merupakan ruang penting untuk menemukan sekaligus mengasah potensi atlet muda yang selama ini tersebar di berbagai wilayah.

“Melalui turnamen seperti ini, kita berharap dapat menemukan talenta-talenta muda yang memiliki kemampuan dan semangat tinggi untuk dibina menjadi atlet berprestasi. PBVSI Bone akan terus mendorong lahirnya pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” ujar Muslimin.

Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap olahraga voli, Muslimin melihat adanya peluang besar bagi Kabupaten Bone untuk kembali melahirkan atlet-atlet berprestasi. Menurutnya, potensi tersebut hanya dapat berkembang apabila dibarengi dengan sistem pembinaan yang konsisten serta tersedianya kompetisi yang rutin digelar.

Tanabatue Cup 2026 pun memiliki makna khusus. Turnamen ini merupakan ajang resmi pertama yang digelar sejak Muslimin dipercaya memimpin PBVSI Kabupaten Bone. Karena itu, ia memandang kegiatan tersebut sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali semangat kompetisi dan memperkuat program pembinaan atlet di daerah.

“Turnamen ini menjadi awal yang baik untuk menghidupkan kembali semangat kompetisi dan pembinaan atlet voli di Bone. Kita ingin melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.

Lebih dari sekadar pertandingan, suasana yang tercipta di Lapangan Voli Tanabatue menunjukkan bagaimana olahraga mampu menjadi ruang pemersatu masyarakat. Warga dari berbagai kalangan tampak berbaur menikmati jalannya pertandingan, memberikan dukungan kepada tim-tim peserta, sekaligus mempererat hubungan sosial melalui semangat sportivitas.

Muslimin juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan seluruh pengurus PBVSI Bone yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan turnamen. Menurutnya, keterlibatan aktif para pengurus menjadi bukti soliditas organisasi dalam menjalankan misi pembinaan olahraga bola voli di Kabupaten Bone.

Baginya, keberhasilan sebuah organisasi olahraga tidak hanya diukur dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari kemampuan membangun ekosistem pembinaan yang berkesinambungan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat tersebut, Tanabatue Cup 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang persaingan sehat antar tim, tetapi juga menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial yang kelak membawa nama Bone ke panggung yang lebih tinggi. Di saat yang sama, turnamen ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi antarpecinta olahraga voli dan menjadi agenda tahunan yang terus dinantikan masyarakat.

Dari Lapangan Voli Tanabatue, harapan itu mulai tumbuh. Di balik setiap servis, smash, dan blok yang tersaji sepanjang turnamen, tersimpan mimpi besar untuk mengembalikan kejayaan bola voli Bone melalui generasi muda yang berbakat dan berprestasi. (*)