BONE– Hamparan tanaman terong, cabai dan kangkung yang selama ini dirawat di area ketahanan pangan Lapas Kelas IIA Watampone akhirnya memasuki masa panen. Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, bersama pejabat struktural dan staf melaksanakan panen raya hasil budidaya yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan di lingkungan Lapas, pada Rabu (03/06).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 WITA tersebut menjadi bukti nyata pemanfaatan lahan produktif di dalam Lapas. Berbagai komoditas hortikultura yang dipanen merupakan hasil budidaya yang selama ini dikelola melalui program pembinaan kemandirian warga binaan.

Kepala Lapas Watampone, Rahnianto, mengatakan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran yang dijalani warga binaan selama mengelola lahan pertanian.

“Yang paling penting dari kegiatan ini bukan hanya hasil panennya, tetapi bagaimana warga binaan belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan bertani yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Rahnianto.

Menurutnya, program tersebut juga merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia.

Selain menghasilkan komoditas pertanian, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan yang memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan dalam mengelola lahan, mulai dari penanaman, perawatan hingga masa panen. Proses tersebut diharapkan dapat menumbuhkan etos kerja dan kemandirian sebagai bekal setelah menjalani masa pidana.

Suasana panen berlangsung penuh semangat. Kangkung yang tumbuh subur, terong yang siap petik, serta cabai yang telah matang menjadi hasil dari kerja keras dan konsistensi dalam menjalankan program pembinaan berbasis pertanian.

Melalui program ini, Lapas Watampone terus berupaya menghadirkan pembinaan yang produktif dan berdampak, sekaligus menunjukkan bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang bernilai dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.