BONE– Kabar duka menyelimuti Kabupaten Bone. Sosok pendidik sekaligus tokoh kepramukaan yang selama ini dikenal dekat dengan pembinaan generasi muda, Syamsuddin, S.Pd., berpulang ke Rahmatullah pada pukul 17.00 WITA di Rumah Sakit Wahidin Makassar Jumat, 22 Mei 2026.

Kepergian Kepala Pusdiklatcab Pramuka Kwartir Cabang Bone itu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi insan pendidikan dan keluarga besar Pramuka di Kabupaten Bone. Sosok yang selama ini aktif membina, mendampingi, dan menanamkan nilai-nilai kepramukaan kepada generasi muda itu kini telah pergi, meninggalkan jejak pengabdian yang tak mudah dilupakan.

Bagi banyak orang, Syamsuddin bukan sekadar pendidik atau pengurus organisasi. Ia adalah figur yang hadir dalam proses pembentukan karakter anak-anak muda Bone. Melalui aktivitas kepramukaan, almarhum dikenal konsisten menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, serta semangat pengabdian.

Dedikasinya di dunia pendidikan dan kepramukaan menjadikan namanya dikenal luas. Di tengah berbagai aktivitasnya, almarhum tetap aktif membina kader-kader muda, meyakini bahwa masa depan daerah terletak pada kualitas generasi penerus yang dipersiapkan sejak dini.

Ucapan belasungkawa turut disampaikan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., atas wafatnya ayahanda Kepala BKPSDM Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si., yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bone, kami turut berduka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” demikian doa dan harapan yang disampaikan Bupati Bone.

Kepergian Syamsuddin menjadi kehilangan besar bagi banyak pihak. Namun nilai-nilai pengabdian yang ditinggalkannya diyakini akan terus hidup melalui generasi yang pernah dibinanya.

Di tengah duka yang menyelimuti, masyarakat Bone mengenang almarhum sebagai pribadi sederhana, penuh dedikasi, dan tidak lelah mengabdikan diri untuk pendidikan serta gerakan kepramukaan.

Kini, langkah pengabdian itu telah berhenti. Namun jejaknya akan tetap tinggal pada setiap generasi muda yang pernah disentuh semangat dan keteladanannya. (*)