BONE– Gema semangat pendidikan menggema lebih kuat dari biasanya. Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Lapangan Merdeka Kabupaten Bone tak sekadar seremoni tahunan, ia menjelma menjadi titik tolak lahirnya sebuah gerakan baru dalam dunia pendidikan: Sekolah Model BerAmal.
Dentang gong yang dipukul oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM bersama Plt. Kepala Dinas Pendidikan Edy Saputra Syam menjadi penanda resmi diluncurkannya program tersebut, Sabtu, 2 Mei 2026. Bunyi gong itu seolah mengabarkan sebuah tekad kolektif bahwa perubahan kualitas pendidikan di Bone dimulai dari langkah yang terukur dan terarah.
Sebanyak 37 kepala sekolah dari jenjang SD dan SMP yang terpilih, berdiri berjejer dengan wajah penuh harap. Di hadapan publik, mereka menandatangani komitmen sebagai bagian dari Sekolah Model BerAmal sebuah amanah yang tak ringan, namun sarat makna.
Bagi Bupati Bone, program ini bukan sekadar label. Ia adalah strategi. “Sekolah Model BerAmal ini merupakan sekolah unggulan di setiap kecamatan. Mereka harus menjadi role model bagi sekolah lain di wilayahnya,” tegas Andi Asman Sulaiman.
Di balik konsepnya, tersimpan gagasan besar: menciptakan pusat-pusat keunggulan pendidikan yang mampu menularkan praktik terbaik ke sekolah lain. Sekolah-sekolah yang terpilih bukanlah pilihan acak. Mereka adalah institusi yang selama ini konsisten menorehkan prestasi, baik dari sisi akademik maupun metode pembelajaran yang inovatif.
Sekolah Model BerAmal diharapkan menjadi cermin ideal: tempat di mana metode pembelajaran berkembang dinamis, siswa tumbuh dengan semangat belajar tinggi, guru hadir dengan dedikasi penuh, dan orang tua turut mengambil peran dalam proses pembinaan.
Di sinilah letak kekuatan konsep BerAmal sebuah pendekatan yang menempatkan pendidikan sebagai kerja bersama, bukan semata tanggung jawab sekolah.
Program ini juga menjadi jawaban atas tantangan klasik dunia pendidikan: kesenjangan kualitas antar sekolah. Dengan menghadirkan role model di setiap kecamatan, Pemerintah Kabupaten Bone berharap tercipta efek domino sekolah lain terpacu, standar meningkat, dan kualitas pendidikan merata.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si menegaskan bahwa program Sekolah Model Beramal merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi kualitas pendidikan di daerah. Program ini, menurutnya, lahir dari arahan pimpinan daerah, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, yang mengusung semangat “Beramal” sebagai visi pembangunan sumber daya manusia.
Edy menjelaskan bahwa “Beramal” bukan sekadar slogan, melainkan akronim dari Berkarakter, Maju, dan Unggul. Tiga pilar utama yang menjadi fondasi pengembangan sekolah. Sekolah-sekolah yang menyandang label ini diharapkan mampu membangun karakter peserta didik secara utuh, tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga dalam kepribadian dan nilai-nilai keagamaan.
Pada aspek “Maju”, sekolah didorong untuk aktif mengikuti berbagai ajang kompetisi, invitasi, dan kegiatan pengembangan lainnya. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, baik siswa maupun tenaga pendidik. “Kita memang ingin mendorong peningkatan SDM secara serius, agar sekolah-sekolah ini benar-benar berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, “Unggul” dimaknai sebagai capaian menyeluruh. Tidak hanya siswa yang diharapkan berprestasi, tetapi juga guru sebagai ujung tombak pendidikan harus memiliki kualitas yang mumpuni. Untuk itu, Dinas Pendidikan telah menyiapkan berbagai program pelatihan bagi tenaga pendidik di sekolah-sekolah Model Beramal sepanjang tahun ini.
Lebih jauh, Edy menekankan bahwa program ini tidak dimaksudkan untuk menciptakan persaingan yang saling menjatuhkan antar sekolah. Sebaliknya, Sekolah Model Beramal dihadirkan sebagai pemantik semangat bagi sekolah lain untuk ikut berkembang dan meraih standar yang sama. Bahkan, pemerintah menargetkan setiap kecamatan memiliki sekolah dengan label tersebut, termasuk tiga sekolah di wilayah perkotaan.
“Ini bukan soal mengganti satu sekolah dengan sekolah lain, tetapi bagaimana semua sekolah terdorong untuk menjadi lebih baik,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas pendidikan, sekolah yang tidak berbenah berisiko ditinggalkan. Orang tua, kata dia, tentu menginginkan anak-anak mereka mendapatkan pendidikan terbaik di sekolah yang dianggap unggul dan favorit.
Dengan demikian, Sekolah Model Beramal diharapkan menjadi gerakan bersama untuk menghadirkan pendidikan berkualitas di Kabupaten Bone mencetak generasi yang berkarakter kuat, berdaya saing tinggi, dan unggul di berbagai bidang.
Pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Bone kini menjadi fokus utama pemerintah daerah melalui peran strategis Dinas Pendidikan. Dalam upaya tersebut, lahir gagasan besar menghadirkan sekolah-sekolah unggulan yang tidak lagi terpusat di wilayah tertentu, melainkan tersebar merata agar seluruh anak mendapatkan hak pendidikan yang sama tanpa harus terbebani jarak.
Selama ini, pilihan sekolah kerap dipengaruhi oleh faktor kedekatan lokasi. Namun, realitas menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tetap menjadi pertimbangan utama para orang tua. Tidak sedikit yang rela menyekolahkan anaknya jauh dari rumah demi mendapatkan mutu pendidikan yang lebih baik. Fenomena inilah yang ingin dihapuskan melalui program Sekolah Model Beramal, dengan menghadirkan kualitas pendidikan yang setara di setiap wilayah.
Program ini bukan tanpa tantangan. Diperlukan sinergi kuat antara pemerintah, pihak sekolah, masyarakat, hingga orang tua siswa. Dukungan orang tua menjadi salah satu kunci utama keberhasilan program, sebab pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga berlanjut di lingkungan keluarga.
Selain pemerataan mutu, Sekolah Model Beramal juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam dunia pendidikan. Para guru didorong untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, mengingat sistem pembelajaran ke depan akan semakin berbasis digital. Dengan demikian, siswa di Kabupaten Bone diharapkan mampu bersaing tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga dengan kota-kota besar lainnya.
Lebih dari sekadar peningkatan akademik, program ini juga membawa misi besar dalam pembentukan karakter. Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai-nilai moral dan akhlak sejak dini, sehingga melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berintegritas.
Label “Beramal” yang disematkan bukan sekadar simbol, melainkan sebuah komitmen bersama untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Bone. Sekolah Model ini diharapkan menjadi titik awal perubahan, yang nantinya akan direplikasi ke seluruh sekolah tanpa terkecuali.
Dengan niat tulus dan kerja keras semua pihak, harapan besar pun disematkan agar cita-cita pembangunan pendidikan yang digagas pemerintah daerah dapat terwujud. Masa depan generasi Bone kini sedang dibangun lebih merata, lebih berkualitas, dan lebih berkarakter.
Komitmen itu tidak berhenti pada penetapan standar. Dinas Pendidikan Kabupaten Bone terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap sekolah-sekolah yang telah menyandang status “Model Beramal”. Konsistensi menjadi kunci. Sekolah yang mengalami penurunan prestasi atau tidak lagi memenuhi indikator pelayanan berkarakter, maju, dan unggul akan mendapatkan catatan khusus sebagai bahan pembinaan lanjutan.
Lebih jauh, pemerintah daerah juga membuka ruang kolaborasi yang luas. Dunia pendidikan, menurutnya, tidak bisa berjalan sendiri dengan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Peran sektor swasta, alumni, hingga masyarakat umum sangat dibutuhkan. Semangat “Beramal” pun dimaknai lebih dalam sebagai gerakan gotong royong untuk masa depan pendidikan. “Semangat Beramal ini bermakna bagaimana kita semua mau mengulurkan tangan. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” lanjutnya.
Optimisme pun mengiringi langkah ini. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Pemerintah Kabupaten Bone menargetkan adanya perubahan signifikan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya melalui sektor pendidikan. Dengan pola Sekolah Model Beramal, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat religius, cerdas, dan beridentitas sebagai orang Bone. (*)


Tinggalkan Balasan