BONE– Momentum Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah semarak perayaan, kebahagiaan nyata terasa di tengah masyarakat Kabupaten Bone. Di bawah kepemimpinan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman bersama Wakil Bupati H. Andi Akmal Pasluddin, semangat pembangunan yang diusung dalam tagline BerAmal kian terasa konkret.
Perayaan kali ini menghadirkan lebih dari sekadar kemeriahan. Ia membawa kabar baik kado pembangunan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang nilainya tidak sedikit. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyerahkan bantuan keuangan sebesar Rp20 miliar untuk Pemerintah Kabupaten Bone tahun 2026 pada Senin, 06 April 2026.
Angka tersebut bukan hanya nominal, melainkan harapan baru. Harapan akan perbaikan layanan publik, penguatan ekonomi, hingga peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Bantuan itu hadir dalam berbagai bentuk yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari pengadaan dua unit TPS 3R dan dua mesin pencacah sampah, hingga bantuan untuk pelaku UMKM berupa kemasan produk dan peralatan senilai Rp300 juta. Tak ketinggalan, satu unit hand traktor roda empat, dua unit motor sampah tiga roda, serta 100 tempat sampah terpilah turut disalurkan.
Di sisi lain, sentuhan pembangunan juga menjangkau aspek spiritual masyarakat. Sebanyak 13 masjid menerima bantuan hibah dengan total nilai Rp880 juta sebuah bentuk kepedulian terhadap sarana ibadah yang menjadi pusat kehidupan sosial warga. Namun, kado terbesar tidak berhenti di situ.
Dalam momentum yang sama, Gubernur Sulsel memaparkan visi besar pembangunan melalui enam paket proyek multiyears dengan total anggaran mencapai Rp3,7 triliun. Proyek ini difokuskan untuk menjawab persoalan klasik yang selama ini dikeluhkan masyarakat: infrastruktur jalan provinsi.
“Jika tidak kita kerjakan, maka keluhan masyarakat akan terus menumpuk,” ungkapnya, menegaskan urgensi pembangunan tersebut.
Pembangunan dilakukan bertahap, dengan perencanaan matang dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD Provinsi dan unsur Forkopimda. Pendekatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga keberlanjutan.
Lebih jauh, ia mengungkapkan adanya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp50 hingga Rp70 miliar. Angka ini menjadi energi baru untuk terus mendorong kesejahteraan masyarakat di tengah efisiensi anggaran yang diterapkan.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian serius adalah pertanian. Dengan rencana pengembangan irigasi seluas 53 ribu hektar, potensi perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp2 triliun. Sebuah angka yang menjanjikan dampak luas bagi petani dan ketahanan pangan di Sulawesi Selatan, termasuk Bone.
Tak berhenti di enam paket, pemerintah provinsi juga merancang paket ketujuh proyek multiyears yang akan menyasar daerah-daerah yang belum tersentuh pembangunan. Skema ini dirancang dengan konsep kontrak jangka panjang yang tetap melibatkan kontraktor lokal—sebuah langkah strategis untuk menjaga perputaran ekonomi daerah.
Di sektor pendidikan, komitmen pembangunan juga terlihat jelas. Tahun 2025, anggaran sebesar Rp500 miliar telah dialokasikan untuk rehabilitasi dan pembangunan 270 sekolah. Sementara pada 2026, pembangunan akan kembali menyasar 106 sekolah tambahan. Bahkan secara keseluruhan, alokasi untuk sekolah rakyat di Sulawesi Selatan mencapai Rp1,9 triliun terbesar sepanjang sejarah.
Semua ini menjadi bukti bahwa HJB ke-696 bukan hanya perayaan usia, melainkan momentum transformasi.
Di bawah kepemimpinan BerAmal, Bone tidak hanya merayakan masa lalu yang gemilang, tetapi juga menatap masa depan dengan penuh optimisme di mana pembangunan tidak lagi sekadar wacana, melainkan nyata dirasakan hingga ke pelosok desa. (*)



Tinggalkan Balasan