BONE– Wajah baru menyambut setiap langkah yang memasuki jantung Kota Watampone dari jalur Makassar. Di simpang strategis pertemuan Jalan Jenderal Ahmad Yani, Yos Sudarso, Dr. Wahidin, dan Cokroaminoto, Masjid Agung Al Ma’arif kini tampil dengan pesona yang benar-benar berbeda.
Jika sebelumnya taman di kawasan ini hanya terlihat indah di siang hari, kini suasana malam justru menjadi panggung utama keindahannya. Lampu-lampu warna-warni yang menghiasi setiap sudut taman memancarkan cahaya lembut, menghadirkan nuansa hangat sekaligus memikat bagi siapa saja yang melintas.
Pembenahan ini merupakan hasil kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone melalui bidang tata lingkungan. Sentuhan estetika yang dihadirkan tidak hanya memperindah ruang kota, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya terkesan gelap dan sunyi saat malam tiba.
Kepala Bidang Tata Lingkungan, Andi Habibie, ST., M.Si mengungkapkan bahwa revitalisasi taman ini dilakukan atas arahan langsung Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.Si. Tujuannya sederhana namun bermakna: menghadirkan wajah kota yang lebih hidup, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat maupun tamu yang datang.
“Selama ini kawasan ini terasa gelap dan sepi di malam hari, padahal ini adalah jalur poros yang menjadi pintu masuk kota. Seharusnya, ini menjadi ikon yang menyambut setiap orang dengan kesan pertama yang indah,” ujarnya.
Kini, harapan itu mulai terwujud. Taman yang dulunya hanya sekadar ruang hijau, berubah menjadi ruang publik yang aktif dan atraktif. Tak sedikit warga yang sengaja berhenti sejenak, mengabadikan momen dengan berswafoto di tengah gemerlap cahaya taman.
Lebih dari sekadar estetika, kehadiran taman ini menjadi simbol keramahan kota. Ia menyambut, mengundang, sekaligus memberi ruang bagi interaksi sosial masyarakat. Sebuah wajah baru yang mempertegas identitas Bone sebagai daerah yang terus berbenah.
Namun, keindahan ini tentu membutuhkan peran bersama untuk menjaganya. Pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup mengajak seluruh masyarakat untuk turut merawat taman tersebut agar tetap bersih, aman, dan nyaman.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Taman Masjid Agung Al Ma’arif tidak hanya akan menjadi ikon penyambutan di Kabupaten Bone, tetapi juga destinasi favorit warga tempat di mana cahaya, keindahan, dan kebersamaan bertemu dalam satu ruang yang sama. (*)



Tinggalkan Balasan