BONE– Satu tahun sudah kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM sebagai Bupati Bone bersama Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM menakhodai Kabupaten Bone. Tepat 20 Februari 2026, duet yang dikenal dengan tagline BerAmal itu menandai setahun perjalanan pemerintahan dengan sederet aksi nyata, khususnya pada Urusan Lingkungan Hidup.

Di bawah komando keduanya, semangat Bone BerAdipura bukan sekadar slogan. Ia menjelma menjadi gerakan kolektif yang menggerakkan pemerintah, sekolah, dunia usaha, hingga masyarakat.

Prestasi paling membanggakan datang dari penghargaan Adipura, di mana Kabupaten Bone sukses menembus 10 besar nasional dalam Pengelolaan Sampah Kabupaten/Kota se-Indonesia. Atas capaian tersebut, Bone diganjar Tropi Adipura sekaligus bantuan tiga unit motor sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Penghargaan ini menjadi simbol bahwa kerja-kerja pembenahan sistem persampahan, edukasi masyarakat, hingga penataan kawasan kota mulai menunjukkan hasil nyata.

Komitmen terhadap isu perubahan iklim juga membuahkan hasil. Bupati Bone menerima penghargaan sebagai Pembina Program Kampung Iklim (ProKlim) Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Melalui pembinaan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, sebanyak 7 lokasi ProKlim berhasil dibina dan dikembangkan. Program ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, mulai dari pengelolaan sampah berbasis komunitas hingga penghijauan lingkungan.

Kesadaran lingkungan juga ditanamkan sejak dini melalui program sekolah Adiwiyata. Hasilnya, 13 sekolah binaan DLH Bone berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional, sementara 2 sekolah lainnya menorehkan prestasi lebih tinggi dengan meraih Adiwiyata Mandiri, penghargaan tertinggi dalam bidang Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Capaian ini mempertegas bahwa pendidikan lingkungan hidup di Bone berjalan sistematis dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, S.IP., M.Si, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah juga fokus pada pemantauan kualitas lingkungan hidup. Data terbaru menunjukkan:
Indeks Kualitas Air (IKA): 76,67 – Kategori Sedang
Indeks Kualitas Udara (IKU): 86,56 – Kategori Baik
Indeks Kualitas Lahan (IKL): 60,79 – Kategori Sedang
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH): 77,20 – Kategori Sedang

Angka-angka ini menjadi indikator bahwa pembangunan tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga keseimbangan lingkungan.

Dalam setahun, pengelolaan sampah menunjukkan progres signifikan dengan capaian penanganan 94,31 persen. Rinciannya:
Timbulan Sampah: 150.995,39 ton/tahun
Pengangkutan Sampah: 7.263,5 ton/tahun
Pemilahan Sampah: 108.200 ton/tahun
Pengolahan Sampah: 19.689 ton/tahun

Capaian ini menempatkan Bone sebagai salah satu daerah dengan tingkat pengelolaan sampah yang progresif di Indonesia.

Upaya menjaga kehijauan kota juga diwujudkan melalui program penanaman pohon. Sepanjang satu tahun kepemimpinan, tercatat 1.882 pohon telah ditanam dan tersebar di berbagai kecamatan serta kawasan perumahan, memperkuat komitmen menjadikan Watampone lebih rindang dan nyaman.

Dukungan dunia usaha menjadi energi tambahan dalam mewujudkan Bone yang bersih. Hingga kini, bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pengelolaan sampah telah menembus Rp2 miliar.

Sejumlah perusahaan dan lembaga yang berpartisipasi antara lain:
Bank Rakyat Indonesia (BRI): 1 unit motor sampah
Aru Land Development: 1 unit motor sampah
Bank Mandiri: 3 unit motor sampah
Bank Sulselbar: 5 motor sampah, 2 mobil pickup, 4 kontainer
Bank Hasamitra: 1 unit motor sampah
Bank Negara Indonesia (BNI): 3 unit motor sampah
Bank Syariah Indonesia (BSI): 2 unit motor sampah
Taspen: 150 unit tempat sampah
Perusahaan Listrik Negara (PLN): 1 unit motor sampah dan mesin pencacah organik

Sinergi ini menunjukkan bahwa kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi gerakan bersama.

Seluruh capaian ini tidak terlepas dari arahan dan penekanan Bupati Bone yang konsisten mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, kenyamanan, keindahan, dan kehijauan Kota Watampone. Setiap kesempatan, ia menegaskan semangat “Bone BerAdipura Setiap Hari.”

Satu tahun mungkin baru awal perjalanan. Namun dari sektor lingkungan hidup, pemerintahan BerAmal telah menunjukkan bahwa komitmen, kolaborasi, dan konsistensi mampu menghadirkan perubahan nyata. Kabupaten Bone bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi sedang membangun budaya cinta lingkungan untuk generasi mendatang. (*)