BONE– Dusun II Mattoanging, Desa Mattoanging, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, mendadak berubah muram pada Kamis (15/1/2025) siang. Warga dikejutkan oleh penemuan janin bayi berjenis kelamin perempuan yang terkubur dangkal di sebuah lahan kosong di sekitar permukiman warga.

Peristiwa memilukan ini pertama kali terungkap saat seorang warga setempat, Muh Nasir (50), tengah melakukan pembabatan lahan. Di tengah aktivitasnya, pandangan Muh Nasir tertuju pada sebuah galian tanah yang tampak tidak biasa, tertutup susunan batu seolah sengaja disamarkan.

“Awalnya saksi merasa curiga karena ada bekas galian tanah yang ditutupi batu,” ungkap Kapolsek Tellu Siattinge, AKP Muh Siregar.

Didorong rasa penasaran, Muh Nasir kemudian memindahkan batu-batu tersebut. Kecurigaannya semakin menguat ketika terlihat kain putih tertanam di dalam tanah. Dengan menggunakan sebatang kayu, kain itu dicungkil hingga terlempar sekitar tiga meter dari lokasi awal.

“Setelah kain tersebut terbuka, saksi menyadari bahwa bungkusan itu berisi janin bayi,” jelas AKP Muh Siregar.

Menyadari temuannya, Muh Nasir langsung melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat Desa Mattoanging. Tak berselang lama, aparat desa bersama personel Polsek Tellu Siattinge tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan langkah-langkah penyelidikan awal.

AKP Muh Siregar menambahkan, kain putih yang digunakan untuk membungkus janin tersebut diketahui merupakan seragam putih SMP Lamuru. Temuan ini menjadi salah satu petunjuk awal yang kini tengah didalami oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya, sekitar pukul 12.30 WITA, warga dusun tersebut memang sempat digegerkan oleh kabar penemuan bayi dalam kondisi meninggal dunia. Banyak warga yang awalnya mengira bungkusan tersebut hanyalah sampah biasa.

Salah seorang warga, Ana (42), mengaku masih terkejut saat mengetahui isi bungkusan tersebut.
“Awalnya kami kira cuma sampah. Tapi setelah didekati, ternyata bayi. Warga langsung panik,” ujarnya lirih.

Menurut Ana, kepanikan warga mendorong mereka segera melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa. Tak lama berselang, lokasi penemuan dipenuhi aparat desa dan pihak kepolisian yang langsung melakukan pengecekan dan pengamanan TKP.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku di balik peristiwa ini. Dugaan sementara, janin bayi tersebut merupakan hasil praktik aborsi. Kasus ini pun menyisakan duka mendalam sekaligus keprihatinan bagi masyarakat Mattoanging, yang berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali. (*)