BONE — Desa Bune, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/10/2026), terasa berbeda. Warga berkumpul menyambut peresmian infrastruktur Jalan BerAmal ruas Camming-Bune-Talumae. Namun, di tengah kemeriahan peresmian jalan, ada pula bantuan yang diharapkan tumbuh dan memberi manfaat dalam jangka panjang: 10 ribu bibit ikan.

Bibit ikan tersebut dibagikan oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., kepada seluruh kepala desa se-Kecamatan Libureng. Penyerahan dilakukan secara simbolis di sela-sela rangkaian peresmian infrastruktur jalan dan penyerahan bantuan kepada masyarakat Desa Bune.

Sebanyak 8.500 ekor ikan nila dan 1.500 ekor ikan mas disiapkan untuk disalurkan ke desa-desa. Bibit tersebut dibawa dalam 27 kantong sebelum kemudian dibagikan kepada pemerintah desa untuk dikelola bersama masyarakat.

Di depan balai Desa Bune, penyerahan bibit ikan berlangsung secara simbolis. Kantong-kantong berisi bibit ikan menjadi bagian dari rangkaian bantuan pemerintah daerah yang diarahkan untuk mendukung pemanfaatan potensi lokal.

Bagi pemerintah daerah, bantuan tersebut bukan sekadar pembagian ikan. Ada harapan agar bibit yang kecil itu berkembang menjadi sumber pangan, sekaligus membuka peluang produktivitas ekonomi masyarakat desa. “Kita berharap bibit ikan dapat mendukung ketahanan pangan, utamanya ikan bagi masyarakat Libureng dan sekitarnya,” tutur Andi Asman.

Peresmian Jalan BerAmal ruas Camming-Bune-Talumae menjadi momentum untuk mempertemukan dua kebutuhan penting masyarakat: infrastruktur dan pangan. Jalan yang lebih baik membuka akses dan mobilitas masyarakat. Sementara bantuan bibit ikan diarahkan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan sumber daya yang dapat dikembangkan di tingkat desa.

Pengembangan perikanan, menurut pemerintah daerah, perlu terus didorong agar potensi yang tersedia di masyarakat tidak berhenti sebagai sumber daya yang belum termanfaatkan. Bibit ikan nila dan ikan mas yang diserahkan kepada desa-desa di Kecamatan Libureng selanjutnya diharapkan dikelola secara bersama-sama. Jika dikembangkan dengan baik, ikan yang semula hanya berupa bibit dapat menjadi sumber protein bagi keluarga dan masyarakat.

Lebih jauh, pengelolaan tersebut juga berpeluang dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat desa. Di titik inilah bantuan 10 ribu bibit ikan memiliki makna lebih panjang. Pemerintah tidak hanya menyerahkan bantuan untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga mendorong adanya proses pemeliharaan, pengembangan, dan pemanfaatan yang dapat dirasakan masyarakat ke depan.

Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana yang penuh kebersamaan. Para kepala desa, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Sesi foto bersama menjadi salah satu momen yang memperlihatkan keakraban antara unsur pimpinan daerah dan masyarakat. Di lapangan terbuka, para pejabat daerah, jajaran instansi terkait, TNI-Polri, dan tokoh masyarakat berdiri bersama dengan latar panggung bernuansa merah putih.

Warga Desa Bune juga tampak antusias. Sejumlah kelompok masyarakat, ibu-ibu, tenaga pendidik, dan organisasi lokal turut mengabadikan momen bersama para pejabat di lokasi peresmian infrastruktur jalan BerAmal.

Kehadiran masyarakat sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur dan program bantuan pemerintah tidak berdiri sendiri. Ada peran pemerintah desa dan masyarakat yang menentukan bagaimana bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat.

Dalam konteks bibit ikan, keberhasilan program tidak berhenti pada proses penyerahan. Pemeliharaan, pengelolaan, hingga pemanfaatan hasil menjadi bagian penting agar 10 ribu bibit tersebut dapat berkembang menjadi sumber pangan dan produktivitas baru bagi masyarakat.

Sebanyak 10 ribu bibit ikan itu kini memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar berpindah tangan dari pemerintah kepada pemerintah desa. Ada harapan agar ikan nila dan ikan mas tersebut tumbuh di lingkungan desa, dipelihara bersama, kemudian dipanen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dari 27 kantong bibit ikan yang dibawa ke Desa Bune, pemerintah daerah menitipkan sebuah gagasan sederhana: ketahanan pangan dapat dibangun dari potensi yang ada di sekitar masyarakat sendiri.

Jika dikelola secara konsisten, kolam-kolam ikan di desa bukan hanya menghasilkan ikan. Ia dapat menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan protein hewani keluarga, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar, dan pada saat yang sama membuka ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, di sela-sela peresmian jalan yang menghubungkan wilayah Camming-Bune-Talumae, perhatian juga diarahkan pada sesuatu yang lebih kecil dan sederhana bibit ikan. Keduanya bertemu pada satu tujuan: mendorong desa agar semakin mampu mengoptimalkan potensinya dan menghadirkan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Bone Dr. H. Muslimin, SE., MM., anggota DPRD Bone dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Chaerul Anam, S.Q., S.Sos., Pj. Sekda Bone Edy Saputra Syam, para kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bone, Camat Libureng, para kepala desa se-Kecamatan Libureng, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat. (*)