BONE – Pagi itu, halaman GOR Lapatau Bone menjadi titik berkumpul berbagai elemen yang memiliki tujuan sama: mewujudkan Kabupaten Bone yang bersih, asri, dan nyaman. Di tengah persiapan menghadapi Penilaian Adipura 2026 dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII, semangat kebersamaan menjadi pesan utama dalam apel bersama yang dipimpin Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., Selasa (13/10/2026).
Apel tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, TNI, Polri, lembaga perbankan, hingga masyarakat hadir dalam satu gerakan kolaboratif demi menciptakan lingkungan yang lebih tertata.
Dalam arahannya, Andi Akmal menegaskan bahwa upaya mewujudkan Bone yang bersih dan nyaman tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat agar kebersihan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Baginya, kepedulian terhadap lingkungan harus terlihat melalui tindakan nyata. Mulai dari menjaga kebersihan kantor, merawat fasilitas umum, menata kawasan permukiman, hingga memastikan ruang publik tetap bersih dan nyaman digunakan.
Semangat tersebut menjadi semakin penting menjelang Penilaian Adipura 2026. Namun, upaya meraih hasil terbaik dalam penilaian kebersihan dan pengelolaan lingkungan itu semestinya tidak berhenti pada persiapan menjelang penilaian. Lebih dari itu, kebersihan perlu tumbuh menjadi budaya yang dijaga secara konsisten.
Kebersihan lingkungan pada dasarnya dimulai dari kebiasaan sederhana. Membuang sampah pada tempatnya, menjaga saluran lingkungan, merawat fasilitas publik, serta membiasakan gotong royong merupakan langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama.
Karena itu, Andi Akmal mengajak seluruh peserta apel menjadikan momentum tersebut sebagai penguat komitmen untuk menjaga kebersihan secara berkelanjutan. Ia juga mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kerja masing-masing.
Keterlibatan berbagai unsur diharapkan mampu memperluas gerakan peduli lingkungan, sehingga tanggung jawab menjaga kebersihan tidak hanya berada di tangan petugas kebersihan, tetapi menjadi kesadaran kolektif seluruh warga Bone.
Di tengah aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat, budaya bersih membutuhkan konsistensi. Lingkungan yang terawat bukan hanya menciptakan pemandangan yang menyenangkan, tetapi juga mendukung kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat.
Kebersihan menjadi bagian dari kesiapan Porprov
Selain menghadapi Penilaian Adipura 2026, Kabupaten Bone juga tengah bersiap menyambut agenda besar olahraga tingkat provinsi, yakni Porprov Sulawesi Selatan XVIII Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November 2026.
Sebagai salah satu daerah tuan rumah, Bone memiliki tanggung jawab untuk memastikan penyelenggaraan kegiatan berlangsung lancar dan memberikan kesan positif kepada atlet, ofisial, serta pengunjung dari berbagai daerah.
Kesiapan tersebut tidak hanya menyangkut pertandingan dan fasilitas olahraga. Kondisi lingkungan perkotaan, kebersihan fasilitas umum, kerapian kawasan permukiman, serta akses menuju lokasi kegiatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan selama penyelenggaraan Porprov.
Lingkungan yang bersih dan tertata dapat menjadi cerminan kesiapan daerah dalam menyambut tamu. Sebaliknya, persoalan sampah dan kawasan publik yang tidak terawat berpotensi mengurangi kenyamanan masyarakat maupun peserta yang datang mengikuti pesta olahraga tersebut.
Oleh karena itu, persiapan Adipura dan Porprov dapat berjalan beriringan. Gerakan menjaga kebersihan yang dilakukan secara konsisten tidak hanya mendukung penilaian lingkungan, tetapi juga membantu menciptakan suasana kota yang nyaman bagi seluruh pihak selama Porprov berlangsung.
Dalam konteks ini, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Pemerintah daerah dapat mengoordinasikan program dan kegiatan, sementara TNI, Polri, lembaga perbankan, serta masyarakat turut mengambil bagian sesuai peran masing-masing.
Pesan yang mengemuka dalam apel bersama tersebut adalah pentingnya menjadikan gotong royong sebagai kekuatan untuk membangun Bone yang lebih baik. Kepedulian terhadap lingkungan tidak harus selalu dimulai melalui program besar. Tindakan sederhana yang dilakukan secara rutin justru menjadi fondasi bagi perubahan yang berkelanjutan.
Menjaga kebersihan halaman rumah, tidak membuang sampah sembarangan, merawat taman, serta memastikan fasilitas umum tetap terpelihara merupakan bentuk kontribusi nyata yang dapat dilakukan setiap warga.
Jika kebiasaan tersebut tumbuh secara luas, upaya pemerintah dalam membangun lingkungan yang bersih dan nyaman akan lebih mudah diwujudkan. Dampaknya pun dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, jauh melampaui kepentingan menghadapi agenda tertentu.
Melalui apel bersama di GOR Lapatau Bone, Pemerintah Kabupaten Bone mendorong penguatan sinergi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan Penilaian Adipura 2026 dan Porprov Sulsel XVIII.
Kedua agenda tersebut menjadi momentum untuk membuktikan bahwa kebersihan dan kenyamanan daerah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil dari kepedulian bersama.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Bone diharapkan tidak hanya siap menyambut penilaian Adipura dan menjadi tuan rumah Porprov, tetapi juga mampu menumbuhkan budaya hidup bersih yang terus terjaga. Sebab, daerah yang nyaman untuk dikunjungi berawal dari lingkungan yang dijaga bersama oleh masyarakatnya. (*)


Tinggalkan Balasan