BONE– Pesisir Lonrae seolah menyatu dengan semangat para nelayan yang berkumpul di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPI) Lonrae, Jumat, 16 Januari 2026. Dimana hari itu menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir Bone, saat Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan H. Andi Sudirman Sulaiman bersama Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM meresmikan Rehabilitasi Turap Penahan Tanah (revetment) sekaligus menyerahkan bantuan kapal perikanan untuk nelayan.
Turap penahan tanah yang diresmikan ini membentang sepanjang 484 meter, menjadi benteng penting bagi kawasan PPI Lonrae dari abrasi dan hempasan gelombang laut. Selain itu, Gubernur Sulsel juga menyerahkan bantuan 2 unit kapal perikanan berkapasitas 15 GT untuk Kabupaten Bone sebagai penguatan armada tangkap nelayan.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulsel Dr. M. Ilyas menyampaikan bahwa pembangunan turap masih menyisakan pekerjaan lanjutan.
“Turap yang diresmikan sepanjang 484 meter, masih ada sedikit yang tertinggal. Kebutuhan lanjutan sekitar Rp500 juta untuk penyempurnaan turap. Selain itu, kondisi jalan di kawasan PPI Lonrae juga membutuhkan penanganan, dengan estimasi anggaran sekitar Rp3,5 miliar untuk betonisasi dan perbaikan lainnya,” jelasnya.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sulsel atas perhatian besar terhadap masyarakat nelayan Bone.
“Wilayah pesisir ini adalah tempat utama masyarakat mencari nafkah. Namun masih ada dua persoalan utama yang dihadapi nelayan, yakni perizinan kapal dan ketersediaan BBM solar. Kami berharap ada penguatan langsung dari Pemerintah Provinsi,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulsel H. Andi Sudirman Sulaiman menunjukkan respons cepat dan solutif. Terkait perizinan, ia langsung menginstruksikan jajaran Dinas Perikanan.
“Pelayanan perizinan harus dekat dengan masyarakat. Kalau SDM terbatas, saya beri kewenangan kepada Bupati Bone untuk membentuk layanan perizinan perkapalan langsung di PPI Lonrae,” tegasnya.
Sementara untuk persoalan BBM solar, Gubernur membuka peluang kehadiran investor lokal untuk membangun layanan SPBU nelayan.
“Izinnya nanti dibantu oleh Pemprov. Bisa memanfaatkan lahan PPI agar nelayan tidak lagi kesulitan mendapatkan solar,” tambahnya.
Suasana semakin hidup saat sesi dialog berlangsung. Masyarakat nelayan menyampaikan aspirasi tambahan, mulai dari kebutuhan masjid terapung di kawasan PPI hingga permintaan perluasan area pelabuhan, mengingat jumlah kapal nelayan yang terus bertambah.
Aspirasi itu kembali dijawab tegas oleh Gubernur Sulsel.
“Kita programkan. Kalau tidak bisa dimasukkan dalam perubahan anggaran tahun ini, kita laksanakan tahun depan. Termasuk perbaikan jalan di kawasan PPI, itu juga akan kita kerjakan,” ujarnya, disambut tepuk tangan para nelayan.
Peresmian turap dan penyerahan kapal ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kehadiran negara di wilayah pesisir. Dengan infrastruktur yang semakin kuat, armada tangkap yang bertambah, serta layanan yang semakin dekat, PPI Lonrae diharapkan tumbuh menjadi pusat ekonomi perikanan yang aman, produktif, dan berkelanjutan bagi nelayan Bone. (*)



Tinggalkan Balasan