BONE– Stadion Lapatau, Kota Watampone, perlahan berubah keemasan. Riuh sorak penonton berpadu dengan semangat para pemain yang bersiap di tepi lapangan, menandai dimulainya sebuah ajang yang lebih dari sekadar pertandingan sepak bola. Turnamen Bone Beramal Cup antar kecamatan resmi dibuka oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, Senin (4/5/2026), dalam suasana penuh antusiasme.

Sebanyak 27 kecamatan se-Kabupaten Bone ambil bagian dalam turnamen ini. Mereka datang bukan hanya membawa nama daerah, tetapi juga harapan dan kebanggaan masyarakatnya. Dengan total hadiah mencapai Rp100 juta, kompetisi ini menjadi panggung bergengsi sekaligus ruang pembuktian bagi talenta-talenta muda daerah.

Pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Danrem 141/Toddopuli, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga para camat yang turut memberikan dukungan penuh. Kebersamaan itu menjadi simbol kuat bahwa olahraga mampu menyatukan berbagai elemen dalam satu semangat.

Ketua panitia, Edy Saputra Syam, menjelaskan bahwa turnamen akan berlangsung mulai 4 hingga 18 Mei 2026 dengan sistem gugur. Format ini menjanjikan tensi pertandingan tinggi sejak awal, di mana setiap laga menjadi penentu langkah menuju babak berikutnya.

“Seluruh kecamatan ikut ambil bagian. Kami berharap turnamen ini berjalan lancar dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, partai puncak nanti akan menghadirkan laga ekshibisi yang dinanti-nanti: pertemuan antara PSM Makassar Legend melawan Persib Bandung Legend pada 18 Mei 2026 di Bone. Laga ini dipastikan menjadi magnet tersendiri bagi pecinta sepak bola.

Dalam sambutannya, Bupati H. Andi Asman Sulaiman menegaskan pentingnya profesionalisme dan sportivitas dalam setiap pertandingan. Ia memberi perhatian khusus pada peran wasit sebagai penjaga keadilan di lapangan.

“Wasit harus profesional dalam mengawal jalannya pertandingan. Kita juga memberikan kesempatan kepada seluruh kontingen untuk menampilkan permainan terbaiknya,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menaruh harapan besar agar turnamen ini mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang kelak mengharumkan nama Kabupaten Bone di kancah yang lebih tinggi.

“Kami ingin dari sini lahir pemain-pemain unggul yang bisa membawa prestasi bagi Bone,” tambahnya.

Tak hanya berdampak pada olahraga, kegiatan ini juga diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya di sekitar kawasan stadion. Pedagang kaki lima, pelaku UMKM, hingga sektor jasa diprediksi akan merasakan geliat ekonomi selama turnamen berlangsung.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati Bone turut menyumbangkan dana pribadi sebesar Rp30 juta. Dengan tambahan tersebut, total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp100 juta. Rinciannya, juara I, II, dan III akan berbagi total Rp70 juta, ditambah penghargaan individu bagi top skor dan pemain terbaik.

Turnamen Bone Beramal Cup bukan sekadar ajang adu strategi dan kemampuan di lapangan hijau. Lebih dari itu, ia menjadi ruang silaturahmi antar kecamatan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan semangat olahraga di tengah masyarakat. Di tengah gemuruh sorakan dan semangat kompetisi, tersimpan harapan besar: dari Lapatau, lahir bintang-bintang masa depan sepak bola Bone. (*)