BONE–Gerah dan keluhan terdengar dari para pengguna jalan di kawasan Jl. Arif Rahman Hakim, tepatnya di pinggir sungai Eks Pasar Sentral Watampone. Drainase yang tersumbat oleh timbunan sampah menyebabkan air hujan tak tertampung, menciptakan genangan yang melumpuhkan sebagian akses jalan utama di kota Watampone.

Jalur selokan yang seharusnya mengalirkan air menuju Jl. Sambaloge terpantau mengalami kerusakan parah.

Tidak hanya mengganggu aktivitas warga, kondisi tersebut juga mengancam kesehatan dan keselamatan lalu lintas. Beberapa pengendara motor bahkan tampak terjebak di genangan air yang menghalangi jalan.

Menanggapi keluhan warga, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM bergerak cepat. Tanpa menunda waktu, ia memerintahkan dinas terkait untuk turun langsung ke lapangan.

Tim gabungan dinas terkait segera melakukan pembersihan drainase. Sampah yang menutup aliran air diangkat menggunakan alat sederhana dan tenaga manual. Petugas juga tampak masuk langsung ke dalam gorong-gorong, memastikan tidak ada sumbatan yang tersisa hingga aliran air menuju Daerah Aliran Sungai (DAS) kembali lancar.

“Ini bentuk komitmen kita terhadap kenyamanan warga. Drainase yang tersumbat bukan hanya masalah kebersihan, tapi menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat,” ujar Bupati Andi Asman di lokasi peninjauan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Karena satu kantong plastik yang dibuang sembarangan, bisa menjadi awal dari bencana banjir kecil di tengah kota. (*)