Bone— SDIT Rabbani Bone resmi membuka rangkaian kegiatan Merdeka Ceria Tahun 2026 dalam rangka memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan yang berlangsung pada 10–14 Agustus 2026 ini mengusung tema “Tangguh Berjuang, Santun Bertanding, Mulia Berakhlak.”

Pembukaan Merdeka Ceria diawali dengan orasi kemerdekaan yang disampaikan oleh Luthfiyatul Adzkiya Irfani. Orasi tersebut menjadi pemantik semangat bagi seluruh peserta untuk kembali mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC, Nurul Athiefah Shabiel, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muh. Azka Ilyas dengan penuh khidmat.

Selanjutnya, Kepala SD IT Rabbani, Ustadz A. Tajuddin, S.Pd., M.Pd., Gr., menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Merdeka Ceria. Suasana semakin semarak ketika Ustadz A. Tajuddin mengawali sambutannya dengan seruan penuh semangat:

“Rabbani-Rabbani!”
“Merdeka! Merdeka!”
“Indonesia Ceria!”

Dalam sambutannya, Ustadz A. Tajuddin mengajak seluruh peserta didik untuk kembali mengingat perjuangan para pendahulu bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Beliau mengingatkan bahwa 81 tahun yang lalu, pada bulan yang sama, para pejuang bangsa berjuang dengan berbagai cara dan penuh pengorbanan untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka. Semangat perjuangan tersebut juga terlihat dalam rangkaian peristiwa menjelang Proklamasi Kemerdekaan, termasuk peristiwa Rengasdengklok serta perumusan naskah Proklamasi pada 16 Agustus 1945 di rumah Laksamana Tadashi Maeda di Jakarta.

Ustadz A. Tajuddin menjelaskan bahwa perjuangan generasi masa kini dalam mengisi kemerdekaan tentu berbeda dengan perjuangan para pahlawan di masa lalu. Jika dahulu kemerdekaan diperjuangkan melalui perjuangan fisik dan pengorbanan jiwa raga, maka saat ini para siswa memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui belajar dengan sungguh-sungguh, mengembangkan potensi, menjaga akhlak, serta memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Pesan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Merdeka Ceria yang menghadirkan berbagai perlombaan dan aktivitas edukatif bagi peserta didik. Beragam kegiatan telah disiapkan, mulai dari perlombaan tarik tambang, estafet, lomba estetika kelas, lomba memasak, hingga berbagai kegiatan lainnya.

Ustadz A. Tajuddin mengajak seluruh siswa mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat dan menjadikannya sebagai momentum untuk belajar dari nilai-nilai perjuangan para pahlawan.

Beliau juga berpesan agar seluruh siswa berlomba secara sportif, menjunjung tinggi kejujuran, saling menghargai, dan tetap bersemangat dalam setiap kegiatan.

Menurutnya, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Lebih dari itu, setiap perlombaan harus menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bekerja sama, menghargai orang lain, berani mencoba, serta menunjukkan akhlak mulia.

“Semangat untuk mengisi kemerdekaan harus jauh lebih tinggi,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” secara bersama-sama, dilanjutkan dengan lagu wajib nasional “Hari Merdeka.” Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh semangat dan antusias.

Melalui Merdeka Ceria 2026, SDIT Rabbani Bone tidak sekadar memeriahkan momentum Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, tetapi juga berupaya menanamkan nilai-nilai perjuangan, sportivitas, kebersamaan, kejujuran, tanggung jawab, dan akhlak mulia kepada seluruh peserta didik.

Semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan, tetapi terus tumbuh menjadi karakter dalam diri setiap siswa—menjadi generasi yang tangguh dalam berjuang, santun dalam bertanding, dan mulia dalam berakhlak, serta siap belajar dan berkontribusi untuk Indonesia.