BONE–Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. bersama Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M., yang dikenal dengan tagline BerAmal, terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berbasis kinerja.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Evaluasi Kinerja Jajaran Asisten dan Kepala Perangkat Daerah dalam Penerapan Manajemen Talenta ASN (Profiling ASN) Tahun 2025, yang digelar di Aula Rumah Jabatan Bupati Bone. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemkab Bone untuk memastikan setiap aparatur berada pada posisi yang tepat sesuai kompetensi dan capaian kinerjanya.

Evaluasi ini melibatkan tim evaluator dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Dr. Setiawan Aswad, Andi Kasman, dan Rini. Proses evaluasi turut disaksikan langsung oleh Bupati Bone, Wakil Bupati Bone, serta Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bone.

Dalam pelaksanaannya, satu per satu pejabat pimpinan tinggi pratama mempresentasikan capaian kinerja, program unggulan, hingga inovasi yang telah dijalankan di masing-masing perangkat daerah. Presentasi tersebut menjadi bahan penilaian objektif bagi tim evaluator dalam memetakan potensi, kinerja, dan kecocokan pejabat terhadap jabatan yang diemban.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman dalam arahannya menegaskan bahwa evaluasi kinerja tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan atau bernuansa negatif. Menurutnya, evaluasi merupakan alat ukur yang adil dan transparan untuk mengetahui sejauh mana amanah jabatan dijalankan dengan baik.

“Evaluasi ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai alat ukur kinerja. Apakah selama jabatan yang diemban itu berhasil atau tidak, cocok atau tidak. Kita harus siap menerima koreksi dan masukan,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan agar seluruh pejabat tidak menjadikan status sosial atau jabatan sebagai penghalang untuk dievaluasi. Menurutnya, keterbukaan terhadap penilaian merupakan bagian dari profesionalisme ASN.

“Jangan karena status sosial kita lalu tidak mau dievaluasi. Kalau kinerja di suatu dinas belum maksimal, itu harus diterima sebagai bahan perbaikan,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintahan telah berkomitmen untuk membawa Kabupaten Bone ke arah yang lebih baik. Karena itu, setiap kebijakan dan kinerja harus berorientasi pada kemajuan daerah, bukan sebaliknya.

“Kita sudah berjanji akan menjadikan Bone lebih baik, bukan lebih buruk,” tandasnya.

Sebagai contoh konkret, Bupati menyoroti sektor Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Ia menekankan pentingnya pengelolaan desa berbasis usaha dan industri melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar desa memiliki sumber pendapatan yang mandiri.

“Dana Desa jangan sampai hilang tanpa dampak. Desa harus berbasis usaha, industri, dan pendapatan. Bagaimana caranya Dana Desa ini diperkuat di sektor usaha sehingga desa bisa lebih mandiri dan inovatif,” jelasnya.

Menutup arahannya, Bupati Bone menekankan bahwa kunci utama dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara adalah keikhlasan dalam bekerja. Dengan keikhlasan, evaluasi bukan menjadi beban, melainkan sarana untuk tumbuh dan berkontribusi lebih baik bagi masyarakat Bone.

Evaluasi kinerja berbasis manajemen talenta ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan birokrasi Kabupaten Bone yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada hasil nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (*)