Bone — Di tengah hijaunya persawahan dan suasana khas pedesaan Sulawesi Selatan, berdiri sebuah bangunan unik yang langsung mencuri perhatian siapa pun yang melewatinya. Bangunan itu adalah Perpustakaan Mandiri Desa Bacu, sebuah perpustakaan desa dengan desain arsitektur rumah tradisional Bugis yang memikat mata. Berlokasi di Desa Bacu, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, perpustakaan ini tak sekadar indah secara visual, tetapi juga menjadi pusat literasi dan pembelajaran bagi warganya.
Dibangun oleh Pemerintah Desa Bacu pada tahun 2023 menggunakan dana desa, perpustakaan ini kini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat setempat. “Perpustakaan ini memiliki sekitar 4.000 eksemplar buku, layanan baca buku manual, taman pojok membaca, akses komputer untuk membaca buku digital, hingga layanan wifi gratis untuk warga,” ungkap Kepala Desa Bacu, Andi Darmawati, S.Pd.Sd, Rabu (28/5/2025).
Tidak hanya itu, inovasi literasi yang dilakukan oleh Pemdes Bacu menjadikan Perpustakaan Mandiri Desa Bacu sebagai salah satu kandidat unggulan dalam Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten Bone tahun 2025. “Alhamdulillah, perpustakaan kami dinyatakan lolos ke 6 besar untuk memperebutkan juara 1, 2, dan 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3 berdasarkan penilaian akhir Mei lalu,” ujar Darmawati yang berlatar belakang sebagai seorang pendidik.
Lebih dari sekadar tempat membaca, Perpustakaan Mandiri Desa Bacu merupakan wujud nyata transformasi pembangunan desa yang kini tak hanya berfokus pada infrastruktur dasar, melainkan juga pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Perpustakaan ini bahkan dilengkapi dengan 7 unit komputer dan 5 tablet yang terhubung langsung ke internet—membuka akses lebih luas bagi masyarakat, terutama generasi muda, terhadap informasi dan pengetahuan global.
Kepala Perpustakaan Mandiri Desa Bacu, Sry Wahyuni, S.Sos, menuturkan bahwa perpustakaan ini buka setiap hari kerja, dari Senin hingga Jumat. “Pengunjung kami didominasi oleh siswa dan mahasiswa, tapi masyarakat umum juga banyak yang datang. Setiap hari ada pustakawan yang siap melayani. Ini sudah menjadi tempat favorit pelajar untuk mengerjakan PR, apalagi ada layanan wifi gratis,” jelasnya.
Dengan konsep layanan yang ramah dan fasilitas yang lengkap, Perpustakaan Mandiri Desa Bacu bukan sekadar ruang baca, tetapi juga simbol kemajuan pemikiran di tengah desa. Perpustakaan ini menjadi bukti bahwa upaya mencerdaskan kehidupan bangsa bisa dimulai dari tempat yang sederhana asal digerakkan dengan niat dan visi yang besar. (*)



Tinggalkan Balasan