BONE–Suasana duka menyelimuti Dusun di Desa Kalibong, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Ahad (17/8/2025) sore. Langit masih menyisakan bau asap pekat ketika rumah milik Mustamin, warga setempat, luluh lantak dilalap si jago merah. Api yang diduga berasal dari percikan tak jelas sumbernya menjalar cepat setelah menyambar mobil berisi bensin yang terparkir di halaman.
“Kami tidak sempat menyelamatkan apa pun. Semua habis dilalap api,” kenang Mustamin dengan nada pilu.
Kondisi kian parah lantaran mobil pemadam terlambat tiba. Jalan menuju lokasi kebakaran terhambat kendaraan yang memadati kawasan Bumi Perkemahan, satu-satunya akses menuju Desa Kalibong. Akibat musibah ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Tak hanya rumah, Mustamin juga kehilangan satu unit mobil pickup, mobil penggiling padi, mobil dompeng, sejumlah mesin, serta tiga unit chainsaw—semuanya tak tersisa.
Namun di balik kesedihan itu, uluran tangan datang mengetuk. Pada Selasa (19/8/2025), Muslimah Wahdah Islamiyah Cabang Sibulue bersama Muslimah Wahdah Daerah Bone hadir membawa secercah harapan. Mereka menyerahkan paket sembako melalui Kepala Dusun setempat untuk kemudian disalurkan langsung kepada Mustamin.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga Allah membalas kebaikan Muslimah Wahdah Islamiyah,” ucap Mustamin penuh syukur. Untuk sementara, ia dan keluarga menumpang di rumah sang adik perempuan.
Bagi Muslimah Wahdah, langkah ini merupakan wujud nyata komitmen kepedulian sosial. “Kami ingin hadir di tengah masyarakat, terutama saat ada yang ditimpa musibah. Semoga bantuan kecil ini bisa menjadi penguat bagi korban untuk bangkit kembali,” ungkap salah seorang relawan.
Kehadiran relawan Muslimah Wahdah di Kalibong bukan sekadar membawa sembako, tetapi juga membawa pesan kebersamaan: bahwa dalam musibah sebesar apa pun, selalu ada tangan-tangan yang siap menggenggam erat dan meringankan beban. (*)



Tinggalkan Balasan