BONE – Kegiatan Pacuan Kuda BERAMAL yang berlangsung di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, pada 23–25 Oktober 2026, sukses menarik perhatian masyarakat. Pada hari terakhir pelaksanaan, Minggu (25/10/2026), jumlah penonton diperkirakan mencapai 5.000 orang.

Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya penonton di sekitar arena pacuan kuda serta banyaknya kendaraan yang memenuhi sejumlah area parkir yang telah disiapkan oleh panitia.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, meliputi Kabupaten Bone, Bulukumba, Jeneponto, Bantaeng, Maros, Pangkep, dan Soppeng. Para peserta berkompetisi dalam beberapa kategori, yakni Kelas A, Kelas B, Kelas C, dan Open Race.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta, panitia menyediakan hadiah berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan bagi para pemenang.

Acara penutupan Pacuan Kuda BERAMAL turut dihadiri oleh Camat Tanete Riattang Timur Andi Habibie, ST., M.Si, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Danramil, Kapolsek, serta Lurah Panyula.

Pelaksanaan kegiatan selama tiga hari tersebut berlangsung dengan tertib, aman, dan damai. Kondisi ini tidak terlepas dari kolaborasi yang baik antara panitia penyelenggara, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, TNI-Polri, tenaga kesehatan, serta berbagai pihak terkait yang turut mendukung kelancaran acara.

Selain menjadi ajang olahraga dan hiburan bagi masyarakat, Pacuan Kuda BERAMAL juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Tercatat sekitar 52 pelaku UMKM membuka lapak dagangan di sekitar lokasi kegiatan. Tingginya jumlah pengunjung memberikan peluang bagi para pedagang untuk meningkatkan penjualan dan memperoleh pendapatan selama berlangsungnya acara.

Camat Tanete Riattang Timur Andi Habibie, ST., M.Si mengatakan ramainya aktivitas perdagangan di sekitar arena menunjukkan bahwa kegiatan Pacuan Kuda BERAMAL tidak hanya menjadi sarana hiburan dan ajang kompetisi olahraga berkuda, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal serta membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, panitia, aparat keamanan, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Dengan demikian, kegiatan serupa dapat menjadi agenda positif yang mampu melestarikan olahraga berkuda, mempererat kebersamaan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bone.

Kegiatan Pacuan Kuda BERAMAL di Kelurahan Panyula pun menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak dapat menghadirkan kegiatan masyarakat yang meriah, tertib, aman, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar. (*)