BONE–Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan duet BerAmal, H. Andi Asman Sulaiman – H. Andi Akmal Pasluddin, mulai menunjukkan keseriusan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, khususnya dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Menjelang akhir tahun 2025, Bupati Bone akan menggelar evaluasi besar-besaran terhadap pejabat eselon II dan III, terutama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu PAD serta para camat.

Evaluasi tersebut akan dilaksanakan bukan pada rapat resmi, bukan pula dalam suasana formal penuh protokoler, melainkan di malam pergantian tahun baru. Alih-alih pesta kembang api, konser, atau perayaan megah, Pemerintah Kabupaten Bone menjadikan momentum pergantian tahun sebagai malam evaluasi dan penegasan komitmen kinerja.

“Akan ada finalti OPD PAD & PBB Camat di pergantian tahun,” tegas Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Bone tidak ingin bekerja dengan sekadar rutinitas, tetapi menempatkan target kinerja sebagai tolok ukur utama keberhasilan aparatur pemerintah.

Sejak dilantik, pasangan BerAmal telah menggulirkan sejumlah kebijakan berbasis efektivitas, integritas, dan percepatan pelayanan masyarakat. Namun, tantangan dalam penguatan PAD masih menjadi fokus utama, dan kinerja OPD hingga tingkat kecamatan harus menunjukkan hasil yang selaras dengan visi pembangunan daerah.

Malam pergantian tahun nantinya diperkirakan akan menjadi malam penuh ketegangan, malam yang bukan hanya menutup tahun 2025, namun sekaligus menjadi gerbang masuk penetapan langkah dan formasi baru menuju tahun 2026. Para pejabat pengampu PAD dan camat disebut-sebut telah bersiap, baik dengan pencapaian maupun argumentasi yang harus dipertanggungjawabkan. Langkah tegas tersebut tentu menjadi pesan moral bahwa era kerja nyaman tanpa target telah berakhir, dan profesionalitas adalah harga mati dalam roda pemerintahan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bone Ir. H. Muhammad Angkasa, M.Si mengatakan Per 13 November 2025, capaian penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor Pedesaan dan Perkotaan di Kabupaten Bone menunjukkan tren progresif dengan tingkat realisasi rata-rata mencapai 90,72% dari total target sebesar Rp30,340,083,692. Total realisasi yang telah diterima hingga tanggal tersebut tercatat sebesar Rp27,524,989,252, sehingga masih menyisakan kekurangan sebesar Rp2,820,363,625.

Sejumlah kecamatan telah berhasil mencapai target 100 persen bahkan menyelesaikan kewajiban lebih awal sebelum batas akhir yang ditetapkan. Kecamatan Tellu Limpoe menjadi wilayah yang tercatat pertama melunasi pada 13 September 2025 dengan total target dan realisasi sebesar Rp287,483,420. Disusul oleh Kecamatan Bontocani yang melunasi pada 15 September 2025, Kecamatan Ponre pada 16 September 2025, serta Kecamatan Lamuru pada 25 September 2025. Selanjutnya Kecamatan Tonra tercatat melunasi pada 3 Oktober 2025. Selain lima kecamatan tersebut, Barebbo, Libureng, Tanete Riattang Timur, Tanete Riattang, Kajuara, Palakka, Awangpone, dan Sibulue juga berhasil memenuhi target 100 persen, meskipun tanpa catatan tanggal pelunasan.

Namun, terdapat beberapa kecamatan yang masih berada di bawah 100 persen capaian target. Kecamatan Ajangale terealisasi sebesar 99,57 persen atau kurang Rp4,989,093. Menyusul Kecamatan Tanete Riattang Barat dengan realisasi 98,01 persen atau kurang Rp68,329,772, kemudian Kecamatan Mare dengan realisasi 94,70 persen, Lappariaja 93,66 persen, dan Bengo 93,23 persen.

Kecamatan yang masih menunjukkan capaian realisasi di bawah 90 persen di antaranya Patimpeng (88,36 persen), Kahu (87,86 persen), Cina (84,44 persen), Salomekko (83,87 persen), Tellu Siattinge (83,02 persen), Amali (75,67 persen), Ulaweng (70,96 persen), serta Dua Boccoe (63,99 persen). Sementara itu, capaian terendah terdapat pada Kecamatan Cenrana yang baru mencapai 27,75 persen atau kurang Rp837,811,367 dari target.

Hingga pertengahan November 2025, capaian realisasi yang hampir mencapai angka ideal memberikan gambaran positif terhadap kinerja pemungutan PBB di tingkat kecamatan. Namun demikian, kecamatan dengan capaian di bawah 90 persen masih menjadi fokus perhatian, terutama wilayah dengan selisih realisasi cukup signifikan. Upaya penguatan koordinasi, penegasan kebijakan, serta pendekatan berbasis pelayanan dan edukasi diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam penyelesaian target sebelum periode tutup buku.

Sementara untuk Laporan Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah Kab. Bone (Keadaan S/D 13 November 2025). Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bone melaporkan penerimaan pajak dan retribusi daerah yang menunjukkan perkembangan signifikan. Berikut adalah rincian target dan realisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah yang dikelola oleh masing-masing instansi pengelola.

Badan Pendapatan Daerah Target: Rp 169.242.440.581,00 Realisasi: Rp 116.741.762.219,08. Persentase Realisasi: 68,98% Rincian Penerimaan: Pajak Reklame: Target Rp 3.742.076.885,00, realisasi Rp 2.132.140.400,00, dengan persentase pencapaian 56,98%. Pajak Air Tanah: Target Rp 150.000.000,00, realisasi Rp 99.758.573,16, dengan persentase pencapaian 66,51%. Pajak Sarang Burung Walet: Target Rp 20.000.000,00, realisasi Rp 6.800.000,00, dengan persentase pencapaian 34,00%. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan: Target Rp 6.790.000.000,00, realisasi Rp 90.181.861,00, dengan persentase pencapaian 1,33%. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan: Target Rp 29.631.000.000,00, realisasi Rp 27.657.866.698,00, dengan persentase pencapaian 93,34%. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB): Target Rp 21.937.500.000,00, realisasi Rp 7.653.770.543,00, dengan persentase pencapaian 34,89%. PBJT Makanan / Minuman: Target Rp 8.500.000.000,00, realisasi Rp 6.786.657.366,38, dengan persentase pencapaian 79,84%. PBJT Tenaga Listrik: Target Rp 34.000.000.000,00, realisasi Rp 29.341.827.601,00, dengan persentase pencapaian 86,30%. PBJT Jasa Perhotelan: Target Rp 2.000.000.000,00, realisasi Rp 700.661.780,86, dengan persentase pencapaian 35,03%. PBJT Jasa Parkir: Target Rp 250.000.000,00, realisasi Rp 258.809.128,00, dengan persentase pencapaian 103,52%. PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan: Target Rp 490.000.000,00, realisasi Rp 296.515.452,68, dengan persentase pencapaian 60,51%.Pajak Kendaraan Bermotor (PKB): Target Rp 34.492.187.776,00, realisasi Rp 21.784.791.941,00, dengan persentase pencapaian 63,16%. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB): Target Rp 27.089.675.920,00, realisasi Rp 19.857.614.774,00, dengan persentase pencapaian 73,30%.

Sementara Dinas Perhubungan Target: Rp 3.609.500.000,00, Realisasi: Rp 1.487.454.000,00 Persentase Realisasi: 41,21% Rincian Penerimaan: Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum: Target Rp 3.309.500.000,00, realisasi Rp 1.452.636.000,00, dengan persentase pencapaian 43,89%. Retribusi Tempat Khusus Parkir: Target Rp 200.000.000,00, realisasi Rp 32.398.000,00, dengan persentase pencapaian 16,20%. Retribusi Pelayanan Kepelebuhanan: Target Rp 100.000.000,00, realisasi Rp 2.420.000,00, dengan persentase pencapaian 2,42%.

Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan Target: Rp 172.800.000,00 Realisasi: Rp 129.700.000,00 Persentase Realisasi: 75,06%. Rincian Penerimaan: Retribusi Rumah Potong Hewan: Target Rp 172.800.000,00, realisasi Rp 129.700.000,00, dengan persentase pencapaian 75,06%.

Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Target: Rp 4.663.250.000,00, Realisasi: Rp 2.452.685.675,00 Persentase Realisasi: 52,60%. Rincian Penerimaan: Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (Sewa Alat Berat): Target Rp 35.000.000,00, realisasi Rp 17.500.000,00, dengan persentase pencapaian 50,00%. Retribusi Penyewaan Bangunan: Target Rp 1.500.000,00, realisasi Rp 3.000.000,00, dengan persentase pencapaian 200,00%. Izin Mendirikan Bangunan (IMB): Target Rp 4.626.750.000,00, realisasi Rp 2.432.185.675,00, dengan persentase pencapaian 52,57%.

Penerimaan pajak dan retribusi daerah Kabupaten Bone pada 13 November 2025 menunjukkan pencapaian yang beragam di berbagai sektor. Beberapa sektor seperti Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan serta Pajak Kendaraan Bermotor menunjukkan persentase pencapaian yang tinggi, sementara sektor lainnya masih perlu perhatian agar dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Pemerintah Kabupaten Bone terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan pendapatan daerah guna mendukung pembangunan daerah yang lebih baik. (*)