Pantaunesia.co.id Dalam rangka mendukung pengendalian konsumsi tembakau, melindungi industri tembakau padat karya, dan mengoptimalkan penerimaan negara. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis harga jual eceran (HJE) rokok yang berlaku mulai 1 Januari 2025.
Peraturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 97 Tahun 2024 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun Atau Klobot dan Tembakau Iris. Dalam peraturan tersebut, meski cukai hasil tembakau (CHT) tidak naik, harga jualnya di masyarakat tetap mengalami kenaikan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap kebijakan tersebut dapat mengendalikan konsumsi masyarakat dari barang-barang yang memiliki dampak negatif terhadap kesehatan.
“Tentu kan kita hanya berharap barang-barang yang untuk kesehatan itu supaya dikurangin. prinsipnya itu saja,” kata Airlangga kepada awak media, Jumat (13/12).
Mulai 1 Januari 2025, harga jual eceran rokok mengalami kenaikan dengan besaran harga jual eceran rokok per batang hasil tembakau buatan dalam negeri , yaitu :
Sigaret Kretek Mesin (SKM)
Golongan I
Harga jual eceran paling rendah: Rp 2.375/batang (naik 5,08%)
Tarif cukai: Rp 1.231/batang
Golongan II
Harga jual eceran paling rendah: Rp 1.485/batang (naik 7,6%)
Tarif cukai: Rp 746/batang
Sigaret Putih Mesin (SPM)
Golongan I
Harga jual eceran paling rendah: Rp 2.495/batang (naik 4,8%)
Tarif cukai: Rp 1.336/batang
Golongan II
Harga jual eceran paling rendah: Rp 1.565/batang (naik 6,8%)
Tarif cukai: Rp 794/batang
Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan (SPT)
Golongan I
Harga jual eceran paling rendah: Rp 1.555/batang sampai Rp 2.170/batang
Tarif cukai: Rp 378/batang
Golongan II
Harga jual eceran paling rendah: Rp 995/batang (naik 15%)
Tarif cukai: Rp 223/batang
Golongan III
Harga jual eceran paling rendah: Rp 860/batang (naik 18,6%)
Tarif cukai: Rp 122/batang
Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) atau Sigaret Putih Tangan Filter (SPTF)
Harga jual eceran paling rendah: Rp 2.375/batang (naik 5%)
Tarif cukai: Rp 1.231/batang
Sigaret Kelembak Kemenyan (KLM)
Golongan I
Harga jual eceran paling rendah: Rp 950/batang
Tarif cukai: Rp 483/batang (tidak berubah dari tahun 2024)
Golongan II
Harga jual eceran paling rendah: Rp 200/batang
Tarif cukai: Rp 25/batang (tidak berubah dari tahun 2024)
Jenis Tembakau Iris (TIS)
Harga jual paling rendah: Rp 55–180/batang (tidak berubah dari tahun 2024)
Jenis Rokok Daun atau Klobot (KLB)
Harga jual paling rendah: Rp 290/batang (tidak berubah dari tahun 2024)
Jenis Cerutu (CRT)
Harga jual paling rendah: Rp 495–5.500/batang (tidak berubah dari tahun 2024)



Tinggalkan Balasan