BONE — Dua bulan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026, denyut persiapan mulai terasa semakin kuat. Di Kabupaten Bone, yang dipercaya menjadi salah satu tuan rumah bersama Kabupaten Wajo, sejumlah fasilitas olahraga terus dibenahi. Sementara dari Kabupaten Maros, target prestasi mulai dikerek lebih tinggi: menembus tiga besar klasemen perolehan medali.
Gambaran persiapan itu terlihat saat jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros melakukan visitasi dan koordinasi ke Kabupaten Bone, Rabu hingga Kamis, 9–10 September 2026.
Dipimpin Ketua Umum KONI Maros, Chaerul Syahab, S.Pd., M.Pd., kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Visitasi menjadi kesempatan bagi kontingen Maros untuk melihat langsung kesiapan venue, akomodasi, hingga berbagai kebutuhan teknis yang akan dihadapi selama Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November 2026.
Kedatangan rombongan KONI Maros disambut Ketua KONI Bone, Drs. Asiswa Karim, bersama Sekretaris KONI Bone, Mukhlis, S.Pd., M.Pd., dan jajaran pengurus di Aula Sekretariat KONI Kabupaten Bone.
Pertemuan dua organisasi olahraga kabupaten itu berlangsung dalam suasana hangat. Di balik silaturahmi tersebut, ada satu kepentingan yang sama: memastikan Porprov Sulsel XVIII berjalan sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi atlet.
Bone Berpacu dengan Waktu
Sebagai tuan rumah, Bone menghadapi pekerjaan besar. Sejumlah venue yang dipersiapkan untuk pertandingan masih dalam proses pembenahan.
Asiswa Karim mengakui kondisi tersebut. Menurut dia, belum semua fasilitas pertandingan berada dalam kondisi siap 100 persen. Pembenahan Stadion Lapatau dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya diperkirakan baru mencapai sekitar 70–80 persen.
“Secara pribadi maupun dalam kapasitas sebagai KONI, kami fokus membantu pemerintah daerah dalam pelaksanaan Porprov. Dalam perjalanan persiapan, kami sudah melakukan berbagai pembenahan,” ujar Asiswa.
Stadion yang diproyeksikan menjadi lokasi pembukaan Porprov menjadi salah satu fasilitas yang mendapat perhatian. Pengerjaan masih berlangsung dan diharapkan dapat rampung sesuai kebutuhan penyelenggaraan, termasuk untuk cabang olahraga sepak bola.
“Proyeknya masih berjalan. Semoga nantinya bisa selesai dan bisa dipakai, khususnya untuk sepak bola,” katanya.
Waktu memang menjadi tantangan tersendiri. Dengan jadwal pertandingan yang tinggal sekitar dua bulan lagi, pekerjaan pembenahan harus berjalan beriringan dengan persiapan teknis lainnya.
Namun, Asiswa optimistis proses tersebut dapat terus dikebut. Apalagi sebagian besar venue berada di dalam wilayah kota sehingga relatif mudah diakses oleh atlet dan kontingen.
“Venue-venue yang kita persiapkan ini sesungguhnya tidak ada yang jauh dari kota. Hampir semuanya berada di dalam kota,” ungkapnya.
Pengecualian terdapat pada arena balap motor kerikil yang lokasinya lebih jauh dari pusat kota. Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan membuat venue tersebut harus ditempatkan di wilayah yang memiliki kondisi lahan sesuai.
“Yang agak jauh mungkin hanya kerikil. Kebetulan wilayah kota tidak ada lagi ruang yang bisa digunakan untuk balap motor kerikil,” tuturnya.
Persiapan Bone tidak berhenti pada pembangunan dan pembenahan arena pertandingan. Akomodasi kontingen juga menjadi bagian penting yang terus dikoordinasikan.
KONI Bone memastikan lokasi pemondokan kontingen diupayakan berada dalam radius yang relatif dekat dengan venue. Hal ini dinilai penting untuk memudahkan mobilitas atlet sekaligus menjaga kondisi mereka selama mengikuti pertandingan.
Pengalaman Bone menjadi tuan rumah berbagai kegiatan olahraga sebelumnya menjadi modal tersendiri. Namun, Porprov 2026 menghadirkan tantangan baru karena adanya perubahan regulasi serta bertambahnya kebutuhan venue.
“Banyak regulasi yang berubah, begitu juga jumlah venue yang bertambah. Jadi tentu harus ada penyesuaian,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan waktu, koordinasi lintas daerah pun menjadi semakin penting.
“Sekarang ini kami sementara berbenah. Memang belum ready, sementara waktu juga semakin singkat. Tetapi perjalanan ke depan kami akan tetap berkoordinasi,” tegas Asiswa.
Bone, kata dia, ingin memastikan seluruh kontingen yang datang bukan hanya mendapatkan venue pertandingan yang layak, tetapi juga pelayanan sebagai tamu olahraga.
“Komitmen pemerintah daerah, Bupati, bersama kami adalah siap menjadi tuan rumah yang baik. Ini sebagaimana ekspektasi teman-teman dari daerah lain,” pungkasnya.
Jika Bone tengah berpacu dengan waktu untuk menuntaskan pekerjaan rumah sebagai tuan rumah, Maros datang dengan persiapan kontingen yang tak kalah besar.
KONI Maros memastikan persiapan kontingennya telah memasuki tahap akhir. Sebanyak 358 atlet, 54 pelatih, 32 official, 26 manajer, dan lima mekanik akan memperkuat cabang olahraga Maros. Jika dihitung, jumlah personel cabang olahraga mencapai sekitar 475 orang.
Jumlah itu belum termasuk unsur panitia dan pendukung kontingen yang mencapai sekitar 100 orang. Di dalamnya terdapat sekitar 70 pengurus KONI Maros, unsur Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, tenaga medis, serta personel pengamanan dari Polres Maros.
Keterlibatan pemerintah daerah juga dibuat cukup masif. Sebanyak 28 kepala OPD, tiga staf ahli, tiga asisten, sembilan kepala bagian, serta 14 camat akan dilibatkan sebagai pendamping cabang olahraga.
Jika seluruh unsur tersebut dihitung, total personel yang akan diberangkatkan ke Bone dan Wajo diperkirakan mencapai sekitar 645 orang.
Mereka akan berada di dua daerah tersebut selama kurang lebih delapan hari.
Untuk memastikan kebutuhan akomodasi terpenuhi, KONI Maros telah melakukan koordinasi dan pemesanan hotel. Sejumlah kamar telah dibooking di Hotel Helios, termasuk untuk kebutuhan hingga agenda penutupan.
KONI Maros juga menunjuk Kapolres Maros AKBP Arief Doddy Suryawan, S.I.K., S.H., M.H. sebagai ketua kontingen. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Maros pun dipersiapkan untuk memberikan dukungan, terutama pada agenda pembukaan Porprov.
Target Tinggi, Tiga Besar Bukan Sekadar Mimpi
Di balik besarnya jumlah kontingen, Maros datang ke Porprov XVIII dengan target yang jelas.
Tiga besar klasemen perolehan medali.
Target itu diakui cukup ambisius. Namun KONI Maros menilai target tersebut bukan sekadar harapan tanpa perhitungan.
“Terus terang, kami bertekad masuk tiga besar. Memang ada yang mengatakan target itu ambisius, tetapi menurut kami target tersebut sangat realistis,” tegas Chaerul Syahab.
Keyakinan tersebut dibangun dari evaluasi prestasi olahraga Maros dalam beberapa tahun terakhir. Pemetaan kekuatan atlet dan cabang olahraga, hasil Pra-Porprov, serta monitoring dan evaluasi internal menjadi dasar dalam menetapkan sasaran tersebut.
Persiapan atlet pun telah masuk fase penting. Masing-masing cabang olahraga di Maros saat ini menjalani training camp (TC) secara mandiri sebagai bagian dari pematangan sebelum bertolak ke arena pertandingan.
Bagi Maros, Porprov kali ini bukan hanya tentang mengirim atlet sebanyak mungkin. Ada ekspektasi untuk membawa pulang prestasi sebanyak mungkin.
Sementara bagi Bone, status sebagai tuan rumah juga ingin dimanfaatkan sebagai energi tambahan bagi atlet daerah. Asiswa berharap kesempatan tampil di hadapan publik sendiri dapat memotivasi atlet Bone untuk meraih hasil maksimal.
Di titik inilah visitasi KONI Maros ke Bone menemukan maknanya.
Ada kepentingan berbeda di antara kedua daerah: Bone berkepentingan memastikan rumahnya siap menerima tamu, sementara Maros datang dengan misi membawa pulang prestasi.
Namun keduanya bertemu pada satu tujuan yang sama—menjadikan Porprov Sulsel XVIII 2026 sebagai pesta olahraga yang sukses.
Bagi Bone, tantangannya adalah menaklukkan waktu.
Bagi Maros, tantangannya adalah membuktikan target tiga besar.
Dan bagi seluruh insan olahraga Sulawesi Selatan, November nanti menjadi panggung untuk melihat sejauh mana persiapan panjang itu berbuah di arena pertandingan.
“Semoga silaturahmi dan seluruh ikhtiar yang kita lakukan mendapatkan keberkahan serta memberikan manfaat, baik bagi kita secara pribadi maupun bagi organisasi dan dunia olahraga Kabupaten Maros,” pungkas Chaerul. (*)


Tinggalkan Balasan