BONE — Pagi di SDN 176 Tanabatue, Kelurahan Tanabatue, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Selasa (8/9/2026), terasa berbeda. Aktivitas belajar mengajar yang berlangsung seperti biasa mendapat perhatian khusus dengan hadirnya Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M.
Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial. Di sekolah yang menjadi salah satu Sekolah Model Beramal tersebut, Andi Akmal ingin melihat langsung bagaimana proses pendidikan berjalan, kondisi lingkungan sekolah, sekaligus mendengar apa saja yang masih menjadi kebutuhan para guru dan peserta didik.
Dari ruang-ruang belajar hingga lingkungan sekolah, Wakil Bupati Bone meninjau berbagai kondisi yang ada. Ia juga menyempatkan diri berinteraksi dengan guru dan siswa, menciptakan suasana kunjungan yang lebih dekat dan terbuka.
Di balik proses pembelajaran yang terus berjalan, sekolah tentu masih memiliki sejumlah kebutuhan. Hal inilah yang kemudian disampaikan Kepala SDN 176 Tanabatue kepada Wakil Bupati Bone.
Berbagai kebutuhan tersebut berkaitan dengan upaya menunjang kegiatan belajar mengajar sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih nyaman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Bagi sekolah, perhatian pemerintah daerah menjadi penting. Sebab, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berbicara mengenai kemampuan guru dan semangat belajar siswa, tetapi juga menyangkut tersedianya lingkungan dan fasilitas yang mendukung proses pendidikan.
Mendengar aspirasi tersebut, Andi Akmal memastikan pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kebutuhan sekolah.
“Apa yang menjadi kebutuhan sekolah tentu akan kita perhatikan. Nanti saya koordinasikan dengan OPD terkait, sehingga apa yang bisa kita bantu akan kita upayakan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah,” ujar Andi Akmal.
Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan bahwa persoalan pendidikan tidak dapat diselesaikan oleh sekolah seorang diri. Dibutuhkan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah serta keterlibatan berbagai pihak agar kebutuhan yang ada dapat ditindaklanjuti secara tepat.
Dalam kunjungannya, Andi Akmal juga memberikan dorongan kepada seluruh warga sekolah untuk menjaga semangat belajar, kedisiplinan, dan kebersamaan.
Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar nilai akademik. Lebih dari itu, sekolah merupakan ruang untuk membentuk karakter, membangun kebiasaan baik, serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan kepada generasi muda.
“Sekolah Model Beramal ini kita harapkan bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi contoh dalam membangun budaya sekolah yang baik. Karena itu, mari kita bersama-sama melihat apa yang masih dibutuhkan dan kita koordinasikan dengan OPD terkait agar dapat ditindaklanjuti,” lanjutnya.
Program Sekolah Model Beramal sendiri diharapkan menjadi salah satu bagian dari ikhtiar Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan.
Konsep tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, kedisiplinan, budaya belajar, serta hubungan yang baik antara guru dan siswa menjadi bagian penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.
Dari SDN 176 Tanabatue, pesan itu kembali ditegaskan: sekolah yang baik dibangun dari kepedulian bersama.
Pemerintah hadir mendengar, sekolah menyampaikan kebutuhan, guru terus mendidik, sementara para siswa menjaga semangat untuk belajar dan berkembang.
Sebab, di ruang-ruang kelas sederhana sekalipun, masa depan anak-anak Bone sedang dipersiapkan. Dan setiap perhatian terhadap sekolah, sekecil apa pun bentuknya, pada akhirnya merupakan investasi bagi generasi yang akan datang. (*)


Tinggalkan Balasan