ULAWENG — Senja belum sepenuhnya turun ketika jajaran pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ulaweng berkumpul di lingkungan kantor, Selasa, 8 September 2026. Di tengah rutinitas pelayanan masyarakat yang berlangsung sejak pagi, apel sore menjadi penanda berakhirnya aktivitas kerja sekaligus ruang untuk berhenti sejenak, melihat kembali apa yang telah dilakukan sepanjang hari.
Bagi KUA Kecamatan Ulaweng, apel sore bukan sekadar rutinitas penutup jam kerja. Di balik barisan dan arahan pimpinan, terdapat upaya untuk membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, serta senantiasa berorientasi pada kualitas pelayanan publik.
Kepala KUA Kecamatan Ulaweng, H. Muhammad Saleh, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan apel sore dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan pelayanan yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran.
Menurutnya, setiap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan tugas perlu segera dibicarakan agar dapat ditemukan solusi dan tidak berlarut-larut.
“Apel sore menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas dan pelayanan sepanjang hari, termasuk berbagai kendala yang dihadapi pegawai,” ujarnya.
Evaluasi dilakukan bersama dengan membahas berbagai persoalan teknis maupun pelayanan yang ditemui selama menjalankan tugas. Dengan komunikasi yang terbuka, setiap kendala diharapkan dapat segera ditindaklanjuti sehingga tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan pada hari berikutnya.
Di sinilah apel sore memiliki makna lebih dari sekadar kewajiban kedinasan. Ia menjadi ruang komunikasi antara pimpinan dan pegawai, tempat berbagai persoalan dapat disampaikan sekaligus menjadi kesempatan untuk menyamakan langkah.
Suasana apel juga menjadi momentum mempererat silaturahmi di antara sesama pegawai. Kesibukan melayani masyarakat terkadang membuat interaksi antarrekan kerja terbatas pada urusan tugas. Melalui apel sore, komunikasi dan kebersamaan kembali dibangun.
Arahan, evaluasi, dan apresiasi dari pimpinan pun menjadi bagian penting dalam menjaga semangat kerja. Pegawai tidak hanya diingatkan mengenai tanggung jawab, tetapi juga didorong untuk terus memberikan kinerja terbaik dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Konsistensi KUA Kecamatan Ulaweng melaksanakan apel sore menjadi salah satu bentuk komitmen membangun tata kelola pelayanan yang lebih baik. Disiplin internal dipandang sebagai fondasi penting sebelum memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Dengan semangat tersebut, KUA Kecamatan Ulaweng terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Apel sore akhirnya bukan sekadar penutup sebuah hari kerja. Ia menjadi ruang refleksi untuk memperbaiki kekurangan, memperkuat kebersamaan, dan menyiapkan langkah yang lebih baik untuk memberikan pelayanan pada hari berikutnya. (*)


Tinggalkan Balasan