BONE–Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan primer bagi masyarakat Kabupaten Bone, Penjabat (Pj) Bupati Bone, Andi Winarno Eka Putra, S.STP., M.H., menghadiri acara Kick Off Integrasi Layanan Primer (ILP) yang berlangsung di Ballroom Toraja Makassar, Hotel Novena Watampone Kamis, 14 November 2024. Didampingi oleh Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Andi Hikmawati Winarno, yang juga bertindak sebagai Pembina Posyandu Bone, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memulai penerapan layanan kesehatan yang terintegrasi di seluruh fasilitas kesehatan dasar di Kabupaten Bone, termasuk Puskesmas, Pustu, Poskesdes, dan Posyandu.
Acara Kick Off ILP ini diawali dengan pemukulan gong oleh Pj. Bupati Bone, sebagai simbolis peluncuran ILP, disaksikan oleh jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, serta sejumlah tamu undangan yang hadir baik secara langsung maupun daring.
Pj. Bupati Bone, Andi Winarno Eka Putra, menekankan pentingnya layanan kesehatan sebagai hak setiap warga negara yang dijamin dalam UUD 1945. Menurutnya, ILP merupakan langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih holistik. “Pelayanan Kesehatan Primer merupakan pendekatan yang melibatkan masyarakat serta berpusat pada pemenuhan kebutuhan individu, keluarga, dan komunitas,” ujarnya.
Pj. Bupati menjelaskan bahwa ILP adalah bagian dari transformasi kesehatan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 2015 Tahun 2023, yang mencakup beberapa fokus utama. Pertama, ILP berfokus pada siklus hidup untuk memastikan layanan kesehatan tersedia bagi seluruh tahapan usia, mulai dari ibu hamil hingga lansia. Kedua, ILP memperluas akses layanan kesehatan hingga ke tingkat kelurahan dan dusun agar seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih mudah. Ketiga, ILP memperkuat pemantauan wilayah melalui pemanfaatan dashboard situasi kesehatan guna memantau status kesehatan masyarakat secara real-time.
Sasaran ILP mencakup kelompok ibu hamil, ibu bersalin, bayi dan anak prasekolah, usia sekolah dan remaja, dewasa, serta lanjut usia. Selain itu, ILP juga mencakup pengendalian penyakit menular serta layanan lintas klaster seperti laboratorium, farmasi, kegawatdaruratan, hingga layanan rawat inap bagi Puskesmas yang menyediakannya. Layanan primer di Kabupaten Bone nantinya akan didukung oleh Puskesmas di tingkat kecamatan, Pustu di tingkat kelurahan, dan Posyandu di tingkat padukuhan dan RT/RW.
Pj. Bupati berharap dengan adanya ILP, proses skrining penyakit dapat lebih efektif dan menyeluruh, sehingga data kesehatan masyarakat dapat diidentifikasi dan diberikan intervensi yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. “ILP diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjadi langkah penting untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Bone yang lebih sehat,” tutupnya.
Peluncuran ILP di Kabupaten Bone menandai dimulainya implementasi secara bertahap yang akan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi guna memastikan bahwa masyarakat Bone mendapatkan pelayanan kesehatan primer yang optimal. (*)



Tinggalkan Balasan