BONE — Siang itu, Kamis (10/9), suasana di wilayah Welalange, Kelurahan Bulu Tempe, Kabupaten Bone, terasa berbeda. Bukan sekadar kunjungan biasa, jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone datang membawa kepedulian dalam bentuk sederhana namun berarti bagi masyarakat yang membutuhkan.
Mulai pukul 13.00 WITA, jajaran Lapas Kelas IIA Watampone menyerahkan bantuan sosial secara langsung kepada warga penerima manfaat. Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Subbagian Tata Usaha bersama Kepala Urusan Umum, Kepala Urusan Kepegawaian, serta sejumlah staf Lapas.
Sebanyak 10 keluarga menerima paket bantuan sosial berisi kebutuhan pokok, di antaranya minyak goreng dan telur. Meski nilainya mungkin tidak seberapa, bantuan tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga penerima.
Bagi masyarakat yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan rumah tangga, bantuan kebutuhan pokok bukan hanya soal isi paket yang diterima. Ada pesan kepedulian yang ikut disampaikan—bahwa mereka tidak berjalan sendiri dan masih ada pihak yang bersedia hadir serta berbagi.
Kegiatan sosial ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Watampone untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat di lingkungan sekitar. Kehadiran jajaran Pemasyarakatan tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas di dalam lapas, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Pemasyarakatan di tengah masyarakat.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat penerima. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Lapas Watampone untuk terus hadir serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Rahnianto.
Menurutnya, kepedulian sosial tidak cukup dilakukan sesekali. Semangat berbagi dan membantu masyarakat perlu dibangun secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh jajaran.
Bantuan yang disalurkan pun menjadi jembatan untuk membangun komunikasi yang lebih harmonis antara jajaran Pemasyarakatan dan masyarakat. Interaksi langsung dengan warga membuka ruang bagi terbangunnya hubungan yang lebih dekat, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Pemasyarakatan.
Di tengah tugas Pemasyarakatan yang identik dengan pembinaan warga binaan dan pengamanan, langkah sederhana berbagi kebutuhan pokok ini menunjukkan sisi lain dari Lapas: sebuah institusi yang juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
Bagi 10 keluarga penerima manfaat di Welalange, bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban kebutuhan rumah tangga. Sementara bagi jajaran Lapas Watampone, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa tugas Pemasyarakatan juga memiliki dimensi kemanusiaan—yakni menghadirkan manfaat dan membangun hubungan positif dengan masyarakat.
Ke depan, Lapas Kelas IIA Watampone berkomitmen untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial serta memperkuat sinergi dengan masyarakat. Sebab, Pemasyarakatan yang humanis bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga tentang bagaimana kehadirannya dapat dirasakan dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. (*)


Tinggalkan Balasan