BONE–SD Negeri 10 Manurunge, yang berlokasi di Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, kembali mengukir sejarah dalam dunia pendidikan daerah. Setelah sukses menyabet Predikat Adiwiyata Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2023, sekolah ini berhasil melaju ke tingkat lebih tinggi dan meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025, sebuah capaian prestisius yang menjadi kebanggaan masyarakat Bone.
Atas keberhasilan tersebut, Kepala UPT SDN 10 Manurunge, H. Rony Nur, S.Sos., MM, menerima undangan khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk menghadiri penyerahan penghargaan di Jakarta. Momen ini menjadi bukti bahwa upaya sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional.
Dengan penuh rasa syukur, H. Rony Nur mengungkapkan bahwa keberhasilan ini bukan hanya milik sekolah, tetapi juga milik seluruh warga sekolah, komite, dan masyarakat sekitar. “Ini adalah buah dari kebersamaan. Semua bergerak, semua terlibat. Kami bangga karena bisa membawa nama baik Bone melalui komitmen terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari arahan dan pembinaan berbagai pihak, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Dinas Lingkungan Hidup, serta dukungan penuh dari Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, dan Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM (BerAmal) yang dalam kepemimpinannya selalu menekankan pentingnya kebersihan dan penghijauan.
“Dari dukungan dan perhatian itu semua, kami semakin termotivasi untuk terus mengembangkan sekolah yang bersih, sehat, dan berbudaya lingkungan,” tambah Rony.
Keberhasilan SDN 10 Manurunge juga diperkuat oleh komitmen besar sekolah dalam menerapkan prinsip-prinsip Adiwiyata, sebuah program nasional yang mendorong sekolah berperan aktif dalam pelestarian lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, dan pembangunan berkelanjutan. Sekolah ini berhasil mengintegrasikan konsep lingkungan ke dalam kurikulum, menjalankan berbagai program edukasi lingkungan, serta melibatkan siswa dan seluruh elemen sekolah dalam kegiatan nyata penghijauan dan pelestarian lingkungan.
Kini, SD Negeri 10 Manurunge berdiri sebagai salah satu contoh sekolah berbudaya lingkungan di Kabupaten Bone. Prestasi ini menjadi bukti bahwa dengan kolaborasi, komitmen, dan kepedulian, sekolah dapat menjadi agen perubahan yang membawa manfaat tidak hanya bagi warga sekolah, tetapi juga untuk masa depan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (*)



Tinggalkan Balasan